Gunungkidul

IMG 20200918 100522

Retribusi Pelayanan Pasar Naik Saat Pandemi Covid-19 Dinilai Memberatkan, Asosiasi Pedagang Geruduk Pemda

Wonosari, (kupass.com)–Sejumlah perwakilan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia Kabupaten Gunungkidul menggeruduk kantor Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Jumat (18/09/2020). Kedatangan mereka untuk melakukan audensi terkait kenaikan retribusi… Selengkapnya »Retribusi Pelayanan Pasar Naik Saat Pandemi Covid-19 Dinilai Memberatkan, Asosiasi Pedagang Geruduk Pemda

Images (1)

Seorang Remaja Perempuan Tanjungsari Terkonfirmasi Positif, Total Ratusan Orang Gunungkidul Terpapar Cocvid-19

Wonosari, (kupass.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul merilis kasus perkembangan Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul per tanggal (16/09/2020). Terdapat satu penambahan kasus positif yakni seorang perempuan berusia 24 tahun… Selengkapnya »Seorang Remaja Perempuan Tanjungsari Terkonfirmasi Positif, Total Ratusan Orang Gunungkidul Terpapar Cocvid-19

Dukuh Sumbermulyo Terkena Tusukan Gunungkidul

Lerai Percekcokan Warganya, Dukuh Sumbermulyo Terkena Tusukan

Wonosari, (kupass.com) — Kepala Dusun, Sumbermulyo, Kalurahan Kepek, Kepanewon Wonosari Doris Setyawan (43) terkena tusukan pisau oleh seorang oknum purnawirawan TNI, Ms (60) yang merupakan warganya sendiri. Penusukan tersebut terjadi lantaran korban berusaha melerai pelaku dan istrinya yang cekcok.

Informasi yang berhasil dikumpulkan, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 19.00 WIB saat Ms yang selalu curiga kepada istrinya melakukan perselingkuhan. Tak hanya itu, oknum pensiunan TNI itu sering ribut dan menganiaya istrinya yang bernama Yusrawati (54). Hal tersebut menjadikan keresahan ditengah masyarakat hingga puncaknya Selasa malam pelaku dan istrinya kembali cek cok.Selengkapnya »Lerai Percekcokan Warganya, Dukuh Sumbermulyo Terkena Tusukan

InShot 20200913 165821667

Sering Dicemooh Orang, Sardiyono Hidup Sebatangkara Di Gubug Seperti Kandang Ayam

Purwosari, (kupass.com)– Sardiyono Hidup Sebatangkara Di Gubug; Sardiyono, warga Padukuhan Wuni, Kalurahan Giricahyo menjalani kehidupan yang kurang beruntung. Pria paruh baya itu hidup sebatangkara di sebuah gubuk kecil yang berada di pinggir jalan.

Tidak ada barang yang terlihat berharga di dalam rumah kecil seperti kandang ayam berukuran 3 x 2,5 meter itu. Bahkan untuk tidur pun Sardi sapaan akrab pria itu hanya beralaskan busa tempat tidur bekas.

Saat malam tiba, kondisi gelap diterangi oleh satu lampu minyak yang terpasang di dinding kayu reot itu. Rumah kecil yang ditinggali oleh Sardi selama dua setengah tahun tersebut memang tidak ada penerangan listrik.Selengkapnya »Sering Dicemooh Orang, Sardiyono Hidup Sebatangkara Di Gubug Seperti Kandang Ayam