Angka Stunting Mengalami Penurunan, Pemda Gencarkan Gerdu Centini

Deklarasi Rembug Srunting
Deklarasi Rembug Srunting

Wonosari, (kupass.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mendeklarasikan Gerakan Terpadu Cegah Stunting Sejak Dini atau Gerdu Centini, Selasa (05/07)2022). Gerakan bersama lintas sektoral ini sebagai upaya pencegahan stunting pada anak di Gunungkidul yang angkanya saat ini mencapai ribuan.

Kepala Dinas Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh balita dan kekurangan gizi kronis. Kegagalan ini sudah terjadi sejak bayi di dalam kandungan. Dari data yang masuk ke jajarannya, angka stunting di Gunungkidul pada tahun 2021 lalu masih cukup tinggi yakni 15,75 persen atau 4.520 anak balita. Namun demikian jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2020 lalu yakni 17,43 persen atau 5.390.

“Upaya strategis ini mencegah dan mengatasi gizi dimulai sejak dini yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektoral seperti Kapanewon, Kalurahan hingga penggerak PKK,”kata Dewi ditemui usai acara rembug stunting di lantai 3 kantor pusat BDG.

Gerdu Centini sendiri menurut Dewi menggerakkan Pemerintah Daerah, Pemerintah Kalurahan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Akademisi hingga Dunia usaha. Lintas sektoral tersebut akan menggerakkan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih.

“Upaya pencegahan ini adalah memastikan ibu hamil dan remaja putri untuk taat minum tablet tambah darah secara rutin, memastikan setiap ibu hamil dalam pemeriksaan ANC terpadu,”kata dia.

Selain itu pencegahan dilakukan dengan cara memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan pemberian makanan bayi dan anak secara tepat. Memastikan setiap bayi lahir mendapatkan ASI eksklusif 6 bulan dan ASI lanjutan sampai anak usia dua tahun.

“Imunisasi dasar lengkap dan memantau pertumbuhan mereka juga tak kalah penting,”imbuhnya.

Bupati Gunungkidul yang hadir dalam kesempatan tersebut mengapresiasi langkah lintas sektoral dalam rangka merealisasikan Gerdu Centini. Melibatkan sejumlah pihak seperti tokoh agama, tokoh masyarakat serta kepemudaan disebutnya akan berdampak positif pada program upaya pencegahan stunting ini.

“Memberikan edukasi pada saudara kita ini harus digagas. Pada era informasi seperti ini pada kehidupan anak harus diberikan edukasi secara tepat. Kedepan saya juga akan coba lakukan pendekatan dan komunikasi dengan sejumlah pihak untuk turut terlibat agar stunting dapat tertangani dengan baik,”kata Sunaryanta.

Permasalahan stunting di Gunungkidul ini disebutnya harus ditangani secara serius. Hal ini dilakukan lantaran berkaitan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) kedepan dalam rangka membangun Gunungkidul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *