Meninggal Ribuan, Dinkes Klaim Kasus Covid-19 di Gunungkidul Menurun

  • Bagikan
4104508784
4104508784

Wonosari, (kupass.com)–Tercatat sebanyak ribuan warga masyarakat Kabupaten Gunungkidul dinyatakan meninggal dunia terpapar Covid-19. Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mengklaim saat ini kasus Covid-19 mengalami penurunan.

Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty secara rinci membeberkan bahwa, jumlah pasien yang terpapar Covid-19 hingga Rabu (17/11/2021) kemarin tercatat tinggal 7 orang. Mereka diketahui masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Tidak ada penambahan pasien baru (positif Covid-19) sama sekali. Saat ini kasus Covid-19 di Gunungkidul melandai,”kata Dewi Irawaty, Kamis (18/11/2021).

Dia menambahkan, warga Gunungkidul yang terpapar Covid-19 total sebanyak 17.925 orang. Dari jumlah tersebut sejumlah 16.887 orang dinyatakan sembuh, sementara terdapat 1.031 orang meninggal dunia.

“Harapan kami jumlah tersebut akan terus berkurang hingga tidak ada pasien lagi yang positif,”terangnya.

Terpisah Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengingatkan bahwa, meski jumlah pasien Covid-19 mengalami penurunan namun pihaknya diharuskan meningkatkan kewaspadaan. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi kasus Covid-19 gelombang kedua khususnya di Kabupaten Gunungkidul.

Baca Juga:  Kejaksaan Negeri Gunungkidul Dapat Penghargaan WBK Dari Kemenpan RB

“Kami berharap semua pihak agar mentaati prokes,”katanya.

Endah mendesak agar Pemda khususnya Dinkes agar segera melaksanakan tracing acak di sejumlah lini. Dia menyarankan agar tracing dimulai pada lingkungan pendidikan khususnya sekolah. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) disebutnya sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

“Sehingga harus ada evaluasi pelaksanaan prokes yang dilaksanakan di institusi pendidikan. Evaluasi ini dilakukan dengan cara melakukan tracing secara acak ke sekolah,”tuturnya.

Tracing disebutnya merupakan tindakan preventif yang dapat dilakukan sebelum adanya gelombang ketiga. Apalagi mendekati pergantian tahun tentu mobilitasnya semakin tinggi.

“Harus sesegara mungkin dilaksanakan. Kita sudah punya mobil PCR tentu akan lebih cepat nanti hasilnya,”pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *