Razia Aparat Gabungan di Lapas Perempuan, Petugas Menemukan Barang Berbahaya

IMG 20220331 205820
IMG 20220331 205820

Wonosari, (kupass.com)–Aparat Gabungan TNI Polri dan petugas internal menggelar razia kepada warga binaan di Lapas Perempuan Kelas II B Yogyakarta, Kamis malam (31/03/2022). Dari hasil razia ini petugas menemukan sejumlah barang berbahaya dan barang yang dilarang milik warga binaan.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala LPP Kelas 2 Yogyakarta, Ade Agustina. Ade menuturkan bahwa razia yang dimulai pukul 20.00 WIB ini juga melibatkan petugas dari BNN Yogyakarta.

“Kegiatan ini dalam rangka deteksi dini menjelang bulan ramadhan dan bertujuan agar kedepan tidak mengganggu ibadah warga binaan yang beragama Islam.”

Ade Agustina

Menurut Ade, jika nantinya kondusifitas terjaga maka program ibadah sholat tarawih malam yang dilaksanakan di masjid dapat berjalan baik. Menuturnya kegiatan ini juga dalam rangka Hari Bhakti Kemasyarakatan ke 58 dimana sinergitas dengan instansi terkait seperti TNI Polri dapat terjalin baik.

“Semua ruangan di maksimum dan medium security kami periksa”.

Ade Agustina

Dalam kegiatan razia ini petugas menemukan banyak barang yang dilarang berada di dalam ruangan. Barang tersebut diantaranya bambu kuning dan kayu berasal dari sapu rusak, selang, cermin, kawat, tali, batu baterai, deterjen dan pembersih lantai.

“Barang-barang ini bisa disalahgunakan bisa digunakan sebagai senjata untuk menganiaya warga binaan lain jika terjadi ketidakcocokan. Sementara cairan pembersih lantai bisa digunakan untuk mengakhiri hidupnya.”

Ade Agustina

Menurut Ade LPP Kelas 2 Yogyakarta dihuni oleh 134 warga binaan di mana 5 diantaranya titipan dari polisi. 65 orang berada di ruang medium security, 20 maksimum security dan sisanya di minimum security.

Di kesempatan yang sama Danramil Wonosari Kapten Setiyono berujar bahwa pihak TNI berkomitmen mendukung program LPP Kelas 2 Wonosari untuk menciptakan iklim kondusif di dalam Lapas. Razia yang dilaksanakan mendukung iklim kondusifitas menjelang ramadan.

“Kita ingin Wonosari tetap kondusif”.

Ade Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.