Konten Dakwah

Sunnah dalam Tidur: 14 Adab dan Zikir Sebelum Beristirahat

Ringkasan kajian tentang adab dan zikir sebelum tidur

Yogyakarta (kupass.com) — Tidur bukan hanya waktu untuk mengistirahatkan tubuh. Dalam ajaran Islam, ada sejumlah adab dan zikir yang dapat diamalkan sebelum seseorang beranjak ke tempat tidur. Materi dari kitab Sunnah dan Dzikir Nabi karya Abdullah bin Hamud Al-Farih merangkum beberapa tuntunan yang bersumber dari hadis Nabi Muhammad saw.

Ilustrasi AI adab dan zikir sebelum tidur dalam suasana kamar yang tenang
Ilustrasi AI tentang suasana persiapan tidur dan zikir malam. Bukan foto dokumentasi kajian.

Menutup pintu, jendela, dan tempat makanan

Salah satu tuntunan sebelum tidur adalah menutup pintu, jendela, bejana, serta tempat makanan dan minuman. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Jabir, Rasulullah saw. memerintahkan agar lentera dimatikan, pintu dikunci, dan bejana ditutup ketika hendak tidur.

Menutup pintu juga dilakukan dengan menyebut nama Allah. Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa setan tidak dapat membuka pintu yang ditutup dengan menyebut nama Allah. Selain menjadi bagian dari adab, kebiasaan ini juga membantu menjaga keamanan rumah sebelum penghuni beristirahat.

Mematikan api dan sumber bahaya

Rasulullah saw. juga mengingatkan umat Islam agar tidak membiarkan api menyala ketika hendak tidur. Pada masa lalu, peringatan ini berkaitan dengan lentera dan sumber api terbuka. Dalam konteks sekarang, prinsip kehati-hatian tersebut dapat diterapkan pada kompor, lilin, tungku, kabel, maupun perangkat lain yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Namun, penerapannya tetap memperhatikan tingkat keamanan peralatan. Apabila sebuah perangkat memang dirancang aman dan tidak memiliki risiko yang wajar untuk menimbulkan kebakaran, penilaiannya dapat berbeda. Intinya adalah mencegah bahaya sebelum tidur, bukan sekadar mematikan semua perangkat secara membabi buta.

Berwudu dan membersihkan tempat tidur

Adab berikutnya ialah berwudu sebelum tidur. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Al-Bara bin Azib, Nabi saw. mengajarkan agar seseorang berwudu seperti wudu untuk salat, kemudian berbaring di sisi kanan dan membaca doa sebelum tidur.

Tempat tidur juga dianjurkan untuk dikibaskan sebelum digunakan. Nabi saw. mengajarkan agar seseorang mengibaskan tempat tidurnya dengan bagian dalam kain atau sarung karena ia tidak mengetahui apa yang mungkin menempati tempat tersebut sejak ditinggalkan. Dalam penjelasan ulama, tujuan utamanya adalah memastikan tempat tidur bersih dan aman; alat yang digunakan dapat disesuaikan selama maksudnya tercapai.

Posisi tidur yang dianjurkan

Materi kajian juga menyebut anjuran tidur dengan posisi miring ke kanan serta meletakkan tangan kanan di bawah pipi. Tuntunan ini bersumber dari hadis Al-Bara bin Azib dan riwayat Hudzaifah tentang kebiasaan Nabi saw. ketika beranjak ke tempat tidur.

Zikir dan surah yang dibaca sebelum tidur

Ada beberapa bacaan yang disebut dalam hadis sebagai zikir sebelum tidur. Di antaranya adalah Ayat Kursi, dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah, Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Untuk tiga surah terakhir, Nabi saw. diriwayatkan menggabungkan kedua telapak tangan, meniupkannya, lalu mengusapkan tangan ke bagian tubuh yang dapat dijangkau sebanyak tiga kali.

Ayat Kursi dibaca dari awal sampai akhir. Dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari, disebutkan bahwa orang yang membacanya sebelum tidur akan mendapat penjagaan Allah hingga pagi dan setan tidak mendekatinya. Adapun dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah dapat dibaca kapan saja sepanjang malam. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa dua ayat tersebut telah mencukupi bagi orang yang membacanya pada malam hari.

Surah Al-Kafirun juga termasuk bacaan yang dianjurkan dalam materi ini. Nabi saw. mengajarkan agar surah tersebut dibaca sebelum tidur karena menjadi pembebasan diri dari kemusyrikan.

Doa dan zikir dari tuntunan Nabi

Selain ayat Al-Qur’an, terdapat beberapa doa yang dapat dibaca sebelum tidur. Di antaranya adalah doa “Bismikallahumma amutu wa ahya”, yang berarti “Dengan menyebut nama-Mu, ya Allah, aku mati dan aku hidup”. Ada pula doa memohon keselamatan, perlindungan, ampunan, serta kecukupan dari Allah.

Salah satu doa yang ditekankan ialah membaca “Bismika rabbi wadha’tu janbi…” yang berisi penyerahan diri kepada Allah. Doa tersebut mengandung permohonan rahmat apabila nyawa diambil dan penjagaan apabila masih diberi kehidupan.

Materi kajian juga menyebut zikir tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 34 kali. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, zikir tersebut diajarkan Nabi saw. kepada Ali dan Fatimah sebagai amalan sebelum tidur.

Doa lain yang penting adalah pengakuan iman dan penyerahan diri: “Allahumma inni aslamtu wajhiya ilaika wa fawwadhtu amri ilaika…” Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi saw. menjelaskan agar bacaan itu menjadi kalimat terakhir yang diucapkan sebelum tidur. Jika seseorang meninggal pada malam itu, ia meninggal dalam keadaan fitrah.

Sayyidul istigfar sebelum tidur

Sayyidul istigfar juga menjadi zikir yang perlu diperhatikan. Doa ini berisi pengakuan bahwa Allah adalah Tuhan, pengakuan atas nikmat-Nya, pengakuan atas dosa, serta permohonan ampun. Dalam hadis riwayat Bukhari, orang yang membacanya dengan penuh keyakinan pada waktu pagi lalu meninggal sebelum sore, atau membacanya pada waktu malam lalu meninggal sebelum pagi, disebut memperoleh keutamaan besar.

Rangkaian adab dan zikir tersebut menunjukkan bahwa waktu tidur dapat menjadi kesempatan untuk menutup hari dengan kesadaran kepada Allah. Selain menjaga kebersihan dan keamanan, seorang Muslim dianjurkan memperbanyak doa, membaca ayat Al-Qur’an, dan menyerahkan diri kepada Allah sebelum terlelap.

Catatan Kajian Bakda Maghrib

  • Hari, tanggal: Rabu, 19 Rabiul Akhir 1448 H atau 30 September 2026
  • Tempat: Masjid Pogung Dalangan, Pogung Kidul, Sinduadi, Mlati, Sleman
  • Penceramah: Muhammad Romelan, Lc., M.Ah.
  • Pencatat: Sugani

Sumber materi: Sunnah dan Dzikir Nabi karya Abdullah bin Hamud Al-Farih, sebagaimana disampaikan dalam bahan kajian.

Catatan redaksi: Artikel ini merupakan rangkuman materi kajian. Untuk penjelasan hukum dan pemeriksaan derajat hadis secara lebih rinci, pembaca disarankan merujuk kepada kitab sumber dan ulama yang kompeten.