Bertujuan Tingkatkan Nilai Pemberdayaan, Lazismu DIY Tanam 1000 Mangrove

  • Bagikan
Penanaman Mangrove
Penanaman Mangrove

Bantul, (kupass.com)–Menjalankan program lingkungan, Lazismu DIY melakukan aksi peduli alam dengan menanam 1000 pohon mangrove di wilayah konservasi mangrove Baros, Kabupaten Bantul, pada Rabu (22/12/2021) lalu. Kegiatan penanaman ini bertujuan untuk pelestarian lingkungan alam dan mengangkat nilai pemberdayaan masyarakat secara ekonomis

Program aksi peduli lingkungan melatar belakangi meningkatnya konsentrasi gas karbondioksida dan gas lainnya di atmosfer. Hal ini menyebabkan terjadinya efek gas rumah kaca sehingga dalam jangka waktu yang lama akan ada perubahan pada iklim sehingga mengakibatkan kerugian dampak negatif dalam semua sektor termasuk ekonomi

Selain dapat mengurangi emisi karbon, pohon mangrove dapat dijadikan nilai ekonomis dengan memanfaatkan sumber daya alam oleh masyarakat, terutama nelayan yang membuat dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di pesisir pantai

“Situasi dan kondisi alam sudah sangat memprihatinkan, perlu kontribusi besar terhadap lingkungan oleh karenya Lazismu mempunyai pilar lingkungan namun program penanaman mangrove ini tidak hanya sekedar tanam saja harus juga ada pemberdayaan masyarakat,”ujar Jefree Fahana, Badan Pengurus Lazismu DIY, Sabtu (25/12/2021).

Dia mengajak lembaga filatropi seperti Lazismu untuk memperhatikan dan berikan kesadaran akan menjaga alam dan menjadikan nafas lingkungan sebagai gerakan penyelamatan bumi.

Program rehabilitasi mangrove dapat berikan kontribusi besar secara nasional. Kabid Pengolahan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul Rudi Suharta berujar, pemberdayaan selanjutnya harus melihat nilai ekonomis sehingga adanya keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Kita harus ciptakan nilai ekonomis untuk program kelestarian alam,” imbuhnya.

Baca Juga:  Dicurigai Selingkuh Dengan Guru Honorer, Lurah Rejosari : Hanya WA nan

Program rehabilitasi mangrove memiliki tiga kegiatan, yaitu dengan cara memulihkan, meningkatkan dan mempertahankan. Program memulihkan dengan penanaman bibit mangrove dan bersih-bersih pantai, kemudian program meningkatkan, yaitu dengan persemaian atau pengembangan bibit dan perluasan lahan penanaman mangrove. Program mempertahankan dilakukan dengan cara mengedukasi, sosialisasi, penyuluhan dan memberdayakan masyarakat agar mendapatkan nilai guna.

Tanaman mangrove dinilai memiliki nilai kebermanfaatan cukup tinggi sehingga perlu melibatkan kajian mendalam dari banyak pihak. Lazismu DIY menggandeng kampus melalui lembaga PSMBP UAD dan Pusat Studi Energi dan Lingkunagn UAD untuk mensukseskan program pemberdayaan secara nyata.

“Pilar lingkungan dengan menanam pohon mangrove ini bukti bahwa Lazismu punya program kreatif dan variatif, ini akan menjadi wahana edukasi oleh PSMBP UAD dan studi energi dan lingkungan UAD. Potensi ini akan jadikan lahan kita untuk beramal dan berpraktek jadi Ortom, PDM dan majelis yang terkait ikut berkontribusi, ini menggambarkan kegiatan lintas batas” kata Ketua PWM DIY, Gita Danupranata.

Launching program aksi peduli lingkungan Lazismu penanaman 1000 mangrove, dihadiri elemen pemerintah daerah setempat, majelis dan lembaga Muhammadiyah tingkat wilayah dan daerah, Lazismu daerah se-DIY, Ortom tingkat wilayah dan pusat studi bencana dan lingkungan UAD.

Tujuan program penanaman pohon mangrove disebut sebagai upaya untuk mengembalikan ekosistem laut, memulihkan dan meningkatkan fungsi lindung. Selain itu juga sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat dan juga sebagai dakwah lingkungan hidup akan pentingnya menjaga alam sekitar.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *