IMG 20210526 110336

Sedot Danais Miliyaran, Pemkab Diminta Responsif Menyikapi Pembangunan Jalan Tawang – Gedangsari

Wonosari, (kupass.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul diminta responsif menyikapi pembangunan jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Sleman – Gunungkidul. Pembangunan jalan yang menyedot Dana Keistimewaan (Danais) Miliyaran rupiah ini berada di Tawang – Ngalang, Kapanewon Gedangsari.

Ketua Komisi C DPRD DIY Arif Setiadi menjelaskan bahwa, pembangunan tersebut merupakan jalan alternatif pengungkit perekonomian di Gunungkidul zona utara. Keberadaan program peningkatan jalan Prambanan-Tawang – Ngalang ini disebut semakin mempermudah akses mobilitas warga masyarakat dan angkutan barang.

“Disamping diharapkan mampu menjadi pengungkit perekonomian, kami berharap respon cepat dari Pemkab Gunungkidul untuk menyambut dengan program kegiatan yang mampu mengoptimalkan keberadaan program Itu,”katanya, Rabu (09/06/2021).

Ketua DPD PAN Gunungkidul ini membeberkan, Pemerintah DIY mempunyai program strategis peningkatan infrastruktur jalan khususnya yang menghubungkan dua Kabupaten itu. Ruas jalan ini tersambung dengan program peningkatan jalan Gading – Ngalang yang telah rampung beberapa tahun lalu.

“Ruas jalan Prambanan – Tawang -Ngalang ditujukan sebagai jalur alternatif jalan Jogja – Wonosari melalui jalur Piyungan – Patuk yang kapasitasnya sudah sangat padat. Bahkan macet pada hari dan jam – jam tertentu,”katanya.

Baca Juga:  Klinik Rawat Inap PDHI Wonosari Diresmikan, Badingah : Modern, Handal dan Menjadi Kebanggaan Umat

Secara rinci dia membeberkan, program peningkatan jalan tersebut direncankan akan selesai pada tahun 2023. Danais yang dianggarkan pada tahun 2022 untuk pembangunan ruas Tawang-Ngalang segmen I sebesar 47,1 Milyar dan segmen V sebesar 37,8 Milyar dari lima segmen yang sudah direncanakan.

“Sebagai upaya konektifitas, tahun 2022 ini juga dianggarkan pembangunan jembatan Bancang 5,8 Milyar dan jembatan Branjang 2,5 Milyar di ruas jalan Ngalang-Hargomulyo. Ini untuk mengatasi medan yang sulit di Clongop, ruas jalan Hargomulyo – Watugajah tahun ini masih dilakukan tahap apprasial,”imbuhnya.

Selain jalur alternatif Piyungan – Patuk, jalan Prambanan-Tawang-Ngalang ini dinilainya sangat strategis lantaran tersambung dengan program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Candi Prambanan. Dengan adanya jalur tersebut, Arif meminta perlunya respon Pemda Gunungkidul sebagai opportunity dalam percepatan tumbuhnya kawasan perekonomian baru.

“Percepatan pengentasan kemiskinan di wilayah utara khususnya dan di Gunungkidul secara umum. Pemkab harus responsif dan kreatif menyikapi ini,”tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *