Gagal Panen, Jelang Ramadhan Harga Cabai Relatif Tinggi

  • Bagikan
IMG 20210324 091811
IMG 20210324 091811

Wonosari, (kupass.com)–Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menilai harga cabai masih relatif tinggi. Faktor ini disebabkan karena musim hujan sehingga terjadi gagal panen.

Hal teraebut disampaikam oleh Pelaksana Tugas Biro Perekonomian Pemda DIY
Ne Made Dwi Panti Indrayanti saat berkunjung ke Pasar Argosari Wonosari bersama Bupati Gunungkidul Sunaryanta. TPID melakukan pemantauan harga sejumlah bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan.

Bupati saat berbincang dengan pedagang
Bupati saat berbincang dengan pedagang

“Serapannya masih rendah karena masih pandemi. Seperti telor dan beras harganya relatif stabil, sementara Cabai rawit merah yang agak mahal yakni Rp 120.000 per kilo. Ini diaebabkan karena musim hujan sehingga gagal panen. Selain itu pedagang mengambil Cabai dari wilayah luar Gunungkidul seperti ke Kabupaten Sleman,”Ne Made.

Baca Juga:  Pengurus KBIHU Dikukuhkan, Motivasi Jamaah Untuk Berangkat Haji

Dikesempatan yang sama Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengakui bahwa kondisi pandemi Covid-19 membuat penjualan bahan pokok belum begitu masif. Namun dia meyakini nantinya jika program vaksinasi Pemerintah selesai maka akan kembali membuat perekonomian kembali menggeliat.

“Stok pangan cukup. Untuk bahan lokal seperti daging tinggal mendorong penjualannya,”tandasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *