Entaskan Kemiskinan di Gunungkidul, Bupati Lounching Program Pojok Wakaf Uang Digital

  • Bagikan
Lounching Wakaf Uang Digital
Lounching Wakaf Uang Digital

Wonosari, (kupass.com)–Bupati Gunungkidul Sunaryanta melounching Program Pojok Wakaf Uang Digital pada Rabu (03/10/2021). Program yang bersinergi dengan Kementrian Agama ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Kemenag Gunungkidul Saban Nuroni mengatakan bahaa program pojok wakaf uang digital merupakan bagian upaya mendorong masyarakat melakukan wakaf. Wakaf uang dinilainya lebih fleksible melihat perkembangan yang sangat dinamis. Program ini mulanya diawali secara terbatas di Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Rongkop.

“Kemudian dikembangkan di seluruh wilayah KUA se – Kabupaten Gunungkidul. Wakaf digital diakui sangat mudah dan menguntungkan bagi kemaslahatan umat. Ini tidak lepas dari program yang diusung ini dalam rangka pengentasan kemiskinan,”katanya, Kamis (04/10/2021).

Dirinya berharap program ini dapat lebih dikenal secara luas di masyarakat Kabupaten Gunungkidul dan Nasional umumnya. Selaim itu program ini juga diharapkan dapat lebih memiliki bermakna menjadikan Gunungkidul penggerak seperti yang di harapkan Menteri Agama.

“Awalnya dilakukan bagi para pasangan nikah di KUA, selanjutnya berkembang menyasar pada masyarakat luas dan dipermudah dengan penerapan aplikasi,”terangnya.

Kepala BTN Syariah Yogyakarta Shesarita Wulandari sebagai mitra program ini berujar, wakaf digital sebagai bagian menumbuhkan gerakan literasi dan edukasi penerimaan wakaf.
BTN Syariah sebagai LKS PWU (penerimaan wakaf uang) konsen pada pertumbuhan dan terus bekerja sama dengan pemangku kepentingan.

Baca Juga:  Perempuan Harus Berpartisipasi Dalam Ruang Pengambilan Kebijakan Publik di Yogyakarta

“Kegiatan program wakaf uang yang telah berjalan sejak tahun 2017 sampai saat ini sudah ada 10 nazir yang memiliki rekening sebagai penerima wakaf uang.
Dalam pengelolaan uang dan pertumbuhanya sangat luar biasa. Himpunan keuangan penerimaan di salah satu nazir lebih dari Rp 1 miliar rupiah,”imbuhnya.

Dia meyakini bahsa potensi ini akan semakin tumbuh apalagi dengan peran KUA di Gunungkidul yang akan meraih potensi wakaf uang.

“Semoga niat yang baik akan digerakan dengan kelancaran dan hasil yang baik,”kata Shesarita.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta dalam kesempatan yang sama mengapresiasi adanya program ini. Usai melounching Bupati optimis program Kemenag ini dapat berjalan dengan baik dan mampu berdampak dalam menangani permasalahan sosial yang ada. Wakaf masih banyak di pahami dengan tanah, gedung namun wakaf digital ini perlu di apresiasi.

“Dengan sosialisasi masif akan memberikan motifasi dan dorongan masyarakat berwakaf, terlebih dengan wakaf uang digital memberikan kemudahan yang simple dan cepat,”tandasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *