BIN Bantu Vaksinasi Pondok Pesantren di Gunungkidul, Sasar Ratusan Santri Darul Qur’an

  • Bagikan
IMG 20210803 092959
IMG 20210803 092959

Wonosari, (kupass.com)–Sejumlah ratusan santri di Pondok Pesantren Darul Qur’an Al Irsyad yang berada di Padukuhan Ledoksari, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari menjalani vaksinasi masal, Selasa (03/08/2021). Vaksinasi tersebut merupakan kerjasama dengan Badan Intelejen Negara (BIN) wilayah DIY, Kantor Kementrian Agama (Kemenag), Dinas Kesehatan dan SMK Kesehatan Wonosari.

Kepala Kemenag Gunungkidul, Sya’ban Nuroni menjelaskan bahwa, dengan adanya vaksinasi ini diharapkan menjadi investasi negara karena anak – anak (santri) merupakan generasi penerus bangsa agar tetap sehat dan kuat.
Kemenag disebut Sya’ban memiliki tugas memberikan layanan kepada pondok pesantren dan madrasah di Kabupaten Gunungkidul dalam vaksinasi.

“Mudah – mudahan Covid-19 segera berlalu. Seluruh santri di pondok pesantren yang ada di Gunungkidul akan mendapatkan vaksinasi,”ucapnya.

Lebih lanjut Sya’ban memaparkan, di Kabupaten Gunungkidul saat ini tercatat ada sejumlah 36 pondok pesantren. Dari jumlah ponpes tersebut total jumlah santrinya mencapai 10 ribu orang yang aktif menjalani pembelajaran.

Baca Juga:  Sulap Lahan Kritis Menjadi Produktif, Penyuluh Pertanian Rongkop Dapat Penghargaan Kalpataru

“Terdapat sejumlah 800 santri yang menjalani vaksinasi di Ponpes Darul Qur’an,”imbuhnya.

Sementara itu Mewakili Kepala BIN DIY Eko Susilo menjelaskan, kedepan BIN berkomitmen membantu program Pemerintah Daerah khususnya dalam hal vaksinasi. Selain bertugas melakukan deteksi terhadap ancaman potensi dini dan gangguan wilayah, BIN juga bertugas melakukan fungsi mediasi.

“Atas nama pimpinan BIN DIY kami mengucapkan terimakasih atas
kolaborasi antara pesantren, Kemenag, Dinkes yang sudah berjalan dengan baik,”terangnya.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta yang hadir dalam kesempatan tersebut membeberkan capaian vaksinasi saat ini mencapai 31 persen. Diakuinya kendala pelaksanaan vaksinasi bagi warga masyarakat khususnya usia lansia adalah jarak yang jauh.

“Lima hari terakhir tren kasus positif Covid-19 di Gunungkidul mengalami penurunan. Sementara tren keseembuhan mengalami kenaikan yakni 200 san,”kata Sunaryanta.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *