Penipuan Dengan Modus Pemberi Bantuan Terus Berlanjut, Emas Senilai Jutaan Rupiah Milik Mbah Sukiyem Raib

  • Bagikan
IMG 20210803 105800
IMG 20210803 105800

Playen, (kupass.com)–
Aksi kejahatan gendam bermodus pemberi bantuan sosial terus terjadi di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Dalam dua hari terakhir terdapat sejumlah tiga korban lanjut usia jadi sasaran para pelaku.

Seperti yang terjadi pada Selasa (03/08/2021), korban bernama Sukiyem (71) warga Padukuhan Bogor 2, Kalurahan Playen, Kapanewon Playen menjadi korban aksi lelaki muda yang belum dikenalnya. Korban berusia renta itu terpaksa kehilangan perhiasan berupa kalung emas 10 gram senilai Rp 10 juta.

“Priyayine radi kuru kulite sawo mateng (orangnya tinggi kurus kulitnya sawo matang). Kalung kulo ngakune ajeng diukur diengge syarat angsal bantuan saking Pemerintah (kalung saya ngakunya akan diukur untuk syarat mendapat bantuan,”ujar Sukiyem ditemui di rumahnya.

Aksi kriminalitas itu diketahui terjadi pada pukul 09.00 WIB. Sukiyem saat itu sedang berada di dapur sedang mencuci. Tiba – tiba pelaku datang dengan mengetuk pintu rumahnya dan mengucap salam. Usai ditemui di bagian ruang tamu, pelaku kemudian
bertanya dengan siapa korban saat itu.

Sukiyem lantas menjawab dia hanya bersama suaminya bernama Suyut lantaran anak – anaknya bekerja di perantauan. Beberapa saat kemudian, pelaku mengaku petugas dari Kapanewon yang akan memberikan bantuan Covid-19.

Baca Juga:  Dua Sepeda Motor Terlibat Kecelakaan, Warga Ngawu Alami Pendarahan Parah Di Kepala

Setelah mendapatkan kalung emas yang dicopot langsung dari leher korban, pelaku langsung berpamitan untuk pergi meninggalkannya. Korban baru sadar menjadi korban penipuan setelah ada pedagang sayur yang memberitahunya ketika melintas di lokasi.

Kapolsek Playen, AKP Hajar Wahyudi yang mendapatkan informasi tersebut kemudian menuju ke lokasi kejadian. Hajar kemudian menyerahkan bantuan beras seberat 10 kilogram untuk membantu korban. Menurut Kapolsek pada hari ini terjadi aksi penipuan bermodus sama di dua lokasi wilayah hukum Polsek Playen.

“Yang satu pelaku tidak berhasil menggondol perhiasan. Karena saat menemui pelaku, korban tidak mengenakan perhiasan. Aksi kejahatan ini menyasar lansia memang marak terjadi di Gunungkidul belakangan, ini, “katanya.

Peristiwa tersebut saat ini dalam penyelidikan jajaran aparat Kepolisian Sektor Playen. Hajar menghimbau kepada warga masyarakat untuk senantiasa waspada kepada seseorang yang mengaku sebagai petugas pemberi bantuan sosial.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *