Diharapkan Dapat Meningkatkan Indeks Pertamanan, Empat Kelompok Tani Terima Bantuan Irigasi Pertanian

Peresmian Saluran Irigasi
Peresmian Saluran Irigasi

Wonosari, (kupass.com)–
Sejumlah empat kelompok tani dari 4 Kapanewon di Gunungkidul mendapatkan bantuan irigasi pertanian yang berasal Pemerintah pusat atau Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Bantuan irigasi ini diharapkan dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Sugeng Purwanto mengatakan, bantuan dam parit dan pompa air bersumber dari APBN, Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Direktorat Jendral Tanaman Pangan Tahun anggaran 2022.

“Bantuan diberikan untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) atau hasil dari perbandingan antara jumlah luas penanam dalam pola tanam selama setahun dengan luas lahan yang tersedia hasilnya harus meningkat setiap tahunya,”jelas Kepala DPP DIY ditemui usai peresmian pada Jumat (14/10/2022).

Empat kelompok tani yang mendapat bantuan diantaranya Kelompok Tani Ngudi Mulyo Kapanewon Semin berupa pompa irigasi senilai Rp. 170 juta. Kelompok Tani Ngudi Makmur Jatisari, Kapanewon Ponjong mendapat DAM Parit senilai Rp. 120 juta.

“Selain itu ada kelompok tani Selo Kuncoro, Watu Gajah, Gedangsari mendapat bantuan Dam Parit Rp. 120 juta dan Kelompok Tani Ngudi Makmur Ngawen juga mendapatkan Dam Parit senilai Rp. 120 juta,”imbuhnya.

Dengan adanya bantuan ini petani diharapkan dapat meningkatkan Indek Penanaman hingga 200 persen. Dari hasil IP Tahun ini sebesar 200, sesuai dengan program pemerintah pusat IP harus dinaikkan menjadi 400.

“Dengan bantuan pompa petani harus berkomitmen meningkatakan juga musim taham menjadi 4 kali. Selain itu juga harus berkomitmen perluasan wilayah tanam,”papar Sugeng.

Sementara Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengajak petani mengenali jati diri wilayah. Melalui bantuan sarana dan prasarana pertanian diharapkan pertanian di Gunungkidul mampu menjadi penyangga atau lumbung pangan di DIY.

“Kuncinya petani harus mempunyai kemampuan yang kuat. Berkomitmen , menyiapkan regenerasi petani. Bapak ibu jangan dilarang kalau anaknya mau jadi petani,”jelas Bupati.

Dalam kesempatan ini juga diberikan bantuan pupuk cair untuk peningkatan produksi tahaman pangan serta jagung hibrida dari Dirjen Tanaman Pangan sebagai upaya percepatan luas tambah tambah tanam musim kemarau 2023.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *