Emas dari nomor Tim Double Event Putra dan Quadrant Putra mengukuhkan dominasi atlet-atlet tuan rumah di level DIY.
PLAYEN (kupass.com) – Tim sepak takraw Gunungkidul berhasil memenuhi target yang diusung dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVII DIY. Dua medali emas sukses diamankan setelah tim Quadrant Putra yang dimotori oleh Hudan dkk. menaklukkan tim Bantul dalam laga pamungkas di GOR Wijaya Kusuma, Banaran, pada Senin (15/9/2025).
Pertandingan cabor sepak takraw yang berlangsung sejak 12 September ini ditutup dengan gemilang oleh kontingen tuan rumah.

Kerja Keras yang Terbayar Tuntas
Euforia kemenangan nampak jelas di antara para atlet, pelatih, dan ofisial tim Gunungkidul yang tak henti-hentinya memberikan dukungan dari pinggir lapangan. Pelatih tim, Arin Fredianto, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini.
“Alhamdulillah, kami sangat puas sekali karena apa yang kami targetkan tercapai. Semua ini berkat kerja keras para atlet yang luar biasa,” terang Arin singkat.
Medali emas pertama diraih dari nomor Tim Double Event Putra, dan medali emas kedua yang menjadi penentu tercapainya target datang dari kemenangan di nomor Quadrant Putra.

Mengukuhkan Posisi di Kancah DIY
Sekretaris Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Pengkab Gunungkidul, Supriyadi, menyatakan bahwa hasil ini membuktikan kualitas pembinaan sepak takraw di Gunungkidul. Dari total enam nomor yang dipertandingkan (tim double event putra-putri, beregu putra-putri, dan quadrant putra-putri), Gunungkidul berhasil merebut dua emas.
“Saat ini, kondisi atlet-atlet kita cukup leading di level daerah, khususnya DIY. Perkembangan yang baik ini akan terus kami lanjutkan dengan berbagai program pembinaan berikutnya. Ini bukti bahwa sepak takraw Gunungkidul telah menjelma menjadi tim yang kuat,” ujar Supriyadi.
Disaksikan Langsung Ketua KONI DIY
Laga pamungkas yang penuh gengsi ini turut disaksikan langsung oleh Ketua Umum KONI Daerah Istimewa Yogyakarta, Prof. Djoko Pekik Irianto, beserta jajarannya. Kehadiran mereka menambah semarak dan menunjukkan perhatian besar terhadap perkembangan cabor sepak takraw di Porda XVII.
