Sleman, (kupass.com)—Muhammadiyah Jogja Expo (MJE) ke-4 yang digelar selama 4 hari dari tanggal 12-15 September 2025, benar-benar mendorong kemajuan cabang dan ranting. Para utusan dari berbagai cabang, ranting se Daerah Istimewa Yogyakarta berlomba-lomba untuk menunjukkan prestasinya.
Salah satu stand yang cukup menonjol dari Gunungkidul adalah milik Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Piyaman, Wonosari. Pilot PRM Piyaman, Ikhsan Winarno, S.Pd.I, M.Pd.I menjadi salah satu motor penggerak tumbuhnya berbagai inovasi di ranting Piyaman.
Sebagai salah satu peserta MJE #4 tahun ini, PRM Piyaman menghadirkan layanan digital bagi para pengunjung yang mampir ke stand mereka. Presensi dengan android memberi pengalaman baru yang modern di booth yang lengkap dengan berbagai produk ini.
Selain itu, PRM Piyaman memberikan inovasi dalam berbagai layanan kepada umat. Selain kegiatan dakwah melalui majelis tabligh, PRM Piyaman hadir bersinergi dengan Lazis-Mu, PashmiNA dan organisasi otonom yang lain.
Bersama Lazis-Mu, PRM Piyaman telah berhasil merenovasi rumah salah satu kader Kokam, bahkan pembangunannya rumah layak huni ini termasuk yang tercepat karena dukungan dari segenap warga Muhammadiyah Piyaman.
PRM Piyaman bersama Majelis Kesehatan dan PashmiNA telah melakukan gerakan pemeriksaan kesehatan rutin bagi jamaah pengajian sabtu pagi dan ahad pagi. Hal ini terus dilestarikan sebagai ikhtiar pengabdian kepada umat.
Yang menjadi salah satu keunggulan PRM Piyaman lainnya yakni pelayanan kematian, PRM Piyaman mempersembahkan berupa paket kain kafan beserta kelengkapannya. Hal ini dilakukan untuk menciptakan rasa tenang dihati umat, bahwa kapan saja panggilan Allah datang, segala sesuatunya telah dipersiapkan.
PRM Piyaman mendapatkan apresiasi dari ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Dr. Ihwan Ahada yang hadir dan mencoba langsung layanan digital. Serta dikunjungi oleh ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir. PRM Piyaman telah benar-benar mengamalkan pesan-pesan KH Ahmad Dahlan, bahwa Muhammadiyah saat ini bukanlah Muhammadiyah yang telah lalu, maka teruslah belajar dan kembalilah untuk memajukan Muhammadiyah.
