Gunungkidul (kupass.com) – Panggang, (kupass.com)—Ahad, 12 Juli 2026 — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Banyumeneng, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul menjadi tuan rumah kegiatan Lintas Ranting Model #3 yang diikuti oleh PDM Gk, LPCR PM Gk, Direktur KMM GK, pengurus PCM Muhammadiyah Panggang ,Lurah/Pamong Kalurahan Banyumeneng dari peserta Ranting Model. Kegiatan ini menjadi forum berbagi pengalaman dan strategi pengembangan ranting melalui pendirian Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang kreatif, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua PRM Banyumeneng (Ust.Sukino )Panggang memaparkan profil ranting serta perjalanan perkembangan sumber daya manusia (SDM) Muhammadiyah dari masa ke masa. Beliau juga menyampaikan salah satu potensi besar yang dimiliki ranting, yaitu gerakan wakaf pisang dari jamaah sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung kemandirian ekonomi dan pengembangan amal usaha Muhammadiyah.
Dampak dan Perkembangan
Materi utama disampaikan oleh Ust. Wahyu Dwinugroho, S.Pd.I., M.S.I. dengan tema "Mendirikan Amal Usaha Muhammadiyah yang Kreatif, Inovatif, dan Solutif." Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa pendirian AUM harus diawali dengan pemetaan kebutuhan masyarakat, potensi sumber daya manusia, serta potensi alam sehingga program yang dikembangkan benar-benar menjawab persoalan masyarakat dan dapat berkelanjutan.
Sebagai contoh best practice, dipaparkan pengembangan Wisata Edukasi Religi Manasik Umrah/Haji di PRM Siraman (@prmsiraman_official.com). Program ini mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, pertanian, ekonomi, budaya, dan pariwisata dalam satu paket edukasi.
Dengan biaya Rp30.000 per peserta dan minimal 20 peserta setiap rombongan, peserta memperoleh pengalaman praktik manasik umrah yang lengkap. Kegiatan diawali dengan pembagian paspor/ID Card, kain ihram bagi peserta laki-laki, serta buku diktat doa-doa. Selanjutnya peserta mendapatkan materi dan praktik langsung bersama pembimbing menggunakan miniatur Madinah, Bir Ali, Ka’bah, dilanjutkan praktik thawaf, sa’i, hingga tahallul.
Setelah rangkaian ibadah selesai, peserta diajak menuju kebun kangkung untuk menikmati pengalaman petik kangkung sepuasnya, kemudian mengunjungi Pasar Ndheso Banyu Mataraman untuk menikmati sajian nasi berkat dan teh poci, sekaligus mengenal potensi ekonomi lokal yang dikelola warga Muhammadiyah.

Sementara itu, Ketua PDM Gunungkidul, Drs. H. Sadmonodadi, M.A., dalam arahannya menegaskan bahwa setiap ranting perlu membangun program berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar mengikuti tren. Menurutnya, ranting yang mampu membaca potensi wilayah dan mengelolanya secara profesional akan lebih mudah berkembang serta memberikan manfaat luas bagi umat.
Kegiatan ditutup dengan prosesi ikrar wakaf tanah dan bangunan dari Bapak Wahyudi yang diperuntukkan bagi pendirian TK ABA di PRM Banyumeneng Panggang. Wakaf tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah di Banyumeneng sekaligus menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan kepedulian jamaah terhadap kemajuan pendidikan.
Melalui kegiatan Lintas Ranting Model #3, diharapkan setiap ranting Muhammadiyah mampu melahirkan berbagai amal usaha yang kreatif, inovatif, solutif, dan berkelanjutan, sehingga semakin memperkuat peran Muhammadiyah dalam dakwah, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pelayanan kepada masyarakat.
( Wahyu DN)
Mengapa Ini Penting
Perkembangan ini penting diperhatikan pembaca karena berkaitan langsung dengan lintas ranting model #3 dan dampaknya bagi masyarakat.
