SD Mulusan II dan Al Mujahidin Borong Juara Umum, PDM Cup #4 Gunungkidul Sukses Cetak 527 Pesilat Tangguh

Ketua PW Tapak Suci DIY: “Kejuaraan ini adalah kawah candradimuka untuk melahirkan atlet level nasional hingga internasional.”

WONOSARI (kupass.com) – Semarak kompetisi pencak silat Tapak Suci Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cup #4 resmi berakhir. Ketua Umum Pimpinan Wilayah I Tapak Suci Putera Muhammadiyah DIY, Suliantoro, S.E., M.M., P.Ua., secara resmi menutup ajang bergengsi ini di Gedung Kesenian Wonosari pada Ahad (23/11/2025).

Penutupan ini menandai suksesnya perhelatan akbar yang diikuti oleh 527 pesilat dari 67 sekolah negeri dan swasta se-Kabupaten Gunungkidul.

Dominasi Juara: Al Mujahidin dan SD Mulusan II Berjaya

Ajang ini menjadi panggung pembuktian bagi sekolah-sekolah dengan tradisi juara. Berikut adalah daftar sekolah yang berhasil menyabet gelar Juara Umum di masing-masing kategori:

Apresiasi Tinggi untuk Pembinaan Pimda 012

Dalam sambutannya, Suliantoro memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pimda Tapak Suci 012 Gunungkidul dan panitia pelaksana di bawah komando Albert Saefudin, S.Pd.I., K.Ma.

“Kejuaraan ini adalah ajang menggembleng atlet. Saya yakin dari Gunungkidul akan muncul atlet-atlet Tapak Suci yang bisa mewakili DIY di Kejurnas maupun di level Internasional,” terang Suliantoro optimistis.

Ia menegaskan bahwa suksesnya acara ini membuktikan Tapak Suci mendapat tempat istimewa di hati generasi muda Gunungkidul, terbukti dengan banyaknya partisipasi dari sekolah negeri non-Muhammadiyah.

Membangun Karakter: Iman dan Akhlak

Lebih dari sekadar medali, Suliantoro mengingatkan kembali filosofi dasar Tapak Suci sebagai wadah pembinaan karakter.

“Tapak Suci hadir membangun generasi muda yang kuat lahir dan batin, serta berakhlakul karimah. Sesuai semboyan kita: Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah,” tegasnya.

Kejuaraan PDM Cup #4 ini menjadi bukti nyata bahwa Tapak Suci kian mengukuhkan posisinya tidak hanya di dunia atletik, tetapi juga sebagai duta dakwah yang efektif dalam membina generasi muda yang berprestasi dan bermartabat.