Hidupkan Kembali Warisan Leluhur, KORMI Gunungkidul Sukses Gelar Festival Gobak Sodor Antar Kapanewon

Kapanewon Ngawen keluar sebagai juara, Wabup Joko Parwoto apresiasi semangat sportivitas Ibu-ibu PKK yang tak kalah tangguh di lapangan.

PLAYEN (kupass.com) – Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Gunungkidul kembali menunjukkan eksistensinya dalam melestarikan budaya olahraga tradisional. Organisasi ini sukses menggelar kompetisi Gobak Sodor, sebuah permainan rakyat yang sangat populer di masa lalu, di Gedung Serbaguna Siyono, Kapanewon Playen, pada November 2025.

Meskipun nama KORMI mungkin belum setenar KONI, kehadirannya memberikan warna baru yang segar dalam dunia olahraga, khususnya yang berbasis rekreasi dan kemasyarakatan.

Bernostalgia Lewat Kompetisi Sengit

Festival Gobak Sodor 2025 ini berlangsung sangat semarak dan meriah. Sebanyak 18 kapanewon se-Gunungkidul mengirimkan perwakilannya, dengan masing-masing tim beranggotakan lima peserta.

Ketua KORMI Gunungkidul, Heri Nugroho, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengidentifikasi dan menghidupkan kembali permainan tradisional yang pernah berjaya.

“Setelah KORMI dibentuk, kami menetapkan Gobak Sodor sebagai pilihan. Jika tahun lalu lomba tingkat SLTA sukses, tahun ini kami naikkan levelnya menjadi tingkat kapanewon se-Gunungkidul,” ujar Heri.

Setelah melalui pertandingan yang ketat selama satu hari penuh, Kapanewon Ngawen akhirnya dinobatkan sebagai Juara Pertama pada edisi tahun ini. Heri juga berharap kompetisi serupa dapat digelar hingga tingkat provinsi DIY pada tahun mendatang.

Apresiasi Wabup: Ibu-ibu PKK Tangguh dan Sportif

Acara ini ditutup secara resmi oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa festival ini adalah wujud komitmen bersama dalam memasyarakatkan olahraga tradisional sekaligus ajang silaturahmi.

“Gobak Sodor merupakan warisan budaya yang kini kembali hidup. Ini membuktikan bahwa Ibu-ibu PKK tidak hanya piawai mengurus rumah tangga, tetapi juga tangguh, sportif, dan bersemangat dalam berolahraga,” puji Joko Parwoto.

Wabup juga berpesan agar masyarakat tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi memaknai esensi utama festival ini yaitu kebugaran, kegembiraan, dan kebersamaan.

“Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Mari jadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup,” pungkasnya.