Sering Disingkiri Santri Karena Dianggap Wahabi, PKS : Tata Cara Ibadah Kita 70 Persen Ikut NU

  • Bagikan
Reses DPR RI Sukamta
Reses DPR RI Sukamta

Semanu, (kupass.com)–Partai Keadilan Sejahtera (PKS) seringkali dikait – kaitkan dengan faham wahabi dan tidak masuk dalam kategori Ahlussunnah Waljamaah. Hal ini ditepis oleh polikus senior PKS Sukamta yang juga Anggota DPR RI.

Menurut Sukamta, sebagai partai Islam sebanyak 70 persen kadernya dalam beribadah mengikuti tata cara Nahdlatul Ulama (NU). Sementara itu sejumlah 20 persennya ikut Muhammadiyah dan sisanya mengikuti bermacam – macam organisasi seperti Persis.

“Saya sempat ketemu salah satu Calon Lurah, sambil bercerita kalau PKS katanya sering disingkiri oleh kawan – kawan santri NU. Katanya PKS itu wahabi tidak Ahlussunnah Waljamaah,”ujar Sukamta saat menghadiri reses bersama sejumlah kadernya di Caffe Panjerino Kapanewon Semanu, Senin (27/12/2021) kemarin.

Dia mengajak kepada para kader agar tidak menanggapi cerita maupun keragu – raguan seperti itu. Hal tersebut sudah terjawab dengan apa yang telah dilakukan oleh PKS saat ini dengan menyelenggarakan lomba membaca kitab kuning dari Fraksi PKS Kabupaten/Kota hingga naik ke tingkat Pusat.

Baca Juga:  Komunikasi Macet Jadi Alasan Golkar Batal Usung Martanty, Rekomendasi Diberikan Sunaryanta - Heri Susanto

“Kita tak usah menjawab dengan argumentasi, dengan kita mmbuat lomba membaca kitab kuning itu sudah menjawab. Selain itu
DPP juga menyelenggarakan Maulid Nabi, yang mengatakan PKS anti maulid itu sudah selesai,”kata wakil rakyat yang ditugaskan di Komisi I DPR RI itu.

Sukamta menegaskan bawa keragu – raguan perihal tersebut merupakan gerakan politik dan bukanlah gerakan sosial. Hal ini diperkuat lantaran isu – isu tersebut yang muncul ketika event politik.

“Seringkali bayak cerita negatif bahwa PKS punya faham sendiri. PKS itu parpol bukan ormas, juga tidak mengusung faham fiqih tertentu,”pungkasnya.

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.