Keutamaan Zuhud dan Kefakiran

Keutamaan Zuhud dan Kefakiran; Kajian kali ini akan membahas Kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi, mengenai Keutamaan Zuhud dan Kefakiran. Semoga kita bisa mendapatkan hikmahnya.

Hadith 1:55:466
‎وعن أبي هريرة رضي الله عنه، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال‏:‏ ‏”‏لو كان لي مثل أحد ذهباً، لسرنى أن لا تمر على ثلاث ليال وعندي منه شئ إلا شئ أرصده لدين‏”‏ ‏(‏‏(‏متفق عليه‏)‏‏)‏
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dari Rasulullah shalallahu alaihi wasalam, sabdanya: “Andaikata saya memiliki emas sebanyak gunung Uhud, niscaya saya tidak senang kalau berjalan sampai lebih dari tiga hari, sedangkan disisiku masih ada emas itu sekalipun sedikit, kecuali kalau yang sedikit tadi saya sediakan untuk memenuhi hutang -yang menjadi tanggunganku. (Muttafaq ‘alaih)

Kandungan Hadits:

  1. Perintah berinfak diberbagai jalan dan ketika masih hidup dan sehat
  2. Perintah melunasi hutang dan menunaikan amanah itu lebih baik dari pada sedekah
  3. Diperbolehkan menggunakan kata “LAU” (seandainya) pada mengharap kebaikan.
    ✅ Jika sekedar pemberitaan > tidak apa-apa (boleh)
    ✅ Jika sebagai angan-angan, jika baik mendapat pahala, jika untuk kemaksiatan mendapat dosa
    ✅ Sebagai penyesalan terhadap apa yang telah berlalu > dilarang, karena akan menguak sedih dan kecewa.Islam menginginkan agar lapang dada, gembira dan berseri wajah, selalu respek melaksanakan perintah syariat
  4. Nabi berinfak dengan tidak ada rasa takut sama sekali terhadap kemiskinan.

Hadith 1:55:467
‎وعنه قال‏:‏ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم انظروا إلى من هو أسفل منكم ولا تنظروا إلى من هو فوقكم فهو أجدر أن لا تزدروا نعمة الله عليكم‏”‏ ‏(‏‏(‏متفق عليه وهذا لفظ مسلم‏)‏‏)‏‏.‏ وفي رواية البخاري‏:‏ ‏”‏إذا نظر أحدكم إلى من فضل عليه في المال والخلق، فلينظر إلى من هو أسفل منه‏”‏‏.‏
‎وفي رواية البخاري‏:‏ ‏”‏إذا نظر أحدكم إلى من فضل عليه في المال والخلق، فلينظر إلى من هو أسفل منه‏”‏‏.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu pula, katanya: “Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Lihatlah kepada orang yang tarafnya ada di bawahmu semua dan janganlah melihat orang yang tarafnya ada di atasmu semua -dalam hal keduniaan. Sebab yang sedemikian itu lebih nyata bahwa engkau semua tidak akan menghinakan kenikmatan yang dilimpahkan atasmu semua itu.” (Muttafaq ‘alaih) Ini adalah lafaznya Imam Muslim.

Adapun dalam riwayat Bukhari ialah: Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Jikalau seorang dari engkau semua melihat pada orang yang dilebihkan daripada dirinya sendiri -oleh Allah- dalam hal keduniaan dan keindahan rupa, maka hendaklah memperhatikan saja kepada orang yang keadaannya lebih bawah daripadanya.”

Kandungan Hadits:

  1. Lihatlah orang-orang yang berada dibawah dalam hal-hal berkenan dengan dunia dalam hal hartan dan penciptaan agar menjadi orang yang bersyukur. Dan melihat orang-orang yang berada diatasnya dalam hal agama agar menambah ketaatan dan ketundukan kepada Allah dengan ibadah.
  2. Bersikap Qona’ah (rela menerima) dalam masalah dunia dan jangan pernah merasa puas dalam masalah akhirat.

Ciri-ciri Orang Qanaah

Ciri-ciri perilaku yang mencerminkan sikap qanaah adalah:
✅ Tidak pernah mengeluh dalam menghadapi kenyataan hidupnya.
✅ Merasa senang dengan apa yang ia miliki.
✅ Tidak marah bila melihat orang lain sukses.
✅ Rela dengan apa yang menjadi hak orang lain.
✅ Ikut senang bila melihat orang lain sukses.
✅ Menerima dengan rela apa yang telah diberikan Allah kepadanya.
✅ Tidak tertarik oleh segala tipu daya yang bersifat duniawi.
✅ Tidak meminta sesuatu yang lebih dari ikhtiarnya.
✅ Menerima dengan sabar akan segala ketentuan Allah SWT.

Contoh Qanaah

Ada banyak sekali perilaku dalam kehidupan yang mencerminkan qanaah. Perilaku seperti itu yang harus kita kembangkan dalam kehidupan sehari-hari,

Berikut beberapa perilaku yang mencerminkan qanaah:
✅ Rajin bekerja dan berusaha untuk mencapai hasil terbaik
✅ Tidak mudah kecewa dan berputus asa
✅ Hidupnya sederhana dan tidak tamak
✅ Selalu bersyukur atas apa karunia yang didapatkan oleh Allah SWT
✅ Tidak merasa iri serta dengki atas apa yang didapatkan oleh orang lain
✅ Meyakini pemberian Allah SWT ialah sebuah anugerah terbaik
✅ Tidak tertarik oleh tipu daya dunia.

PENGAJIAN BAKDA MAGHRIB
🗓 Hari, tgl : Sabtu, 10 Dzulqaidah 1445 H./ 18 Mei 2024 M
🕌 Tempat : Masjid Al Hasanah, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta
🎤 Penceramah : Faharuddin
✍️ Pencatat : Sugani.