Warga Geram, Marak Pencurian Menyasar Toko Kelontong

  • Bagikan
Tkp
Tkp

Panggang,(kupass.com)–Aksi pencurian menyasar warung kelontong marak terjadi di wilayah Kapanewon Panggang. Aksi kriminal tersebut membuat warga dan para korbannya merasa geram dan resah.

Seperti yang dialami oleh Tutut Trimargono (42) warga Padukuhan Bali, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang. Sebuah warung angkringan yang berada tak jauh di lokasi Puskesmas Panggang II menjadi sasaran pencuri. Meskipun tak menjelaskan secara rinci jumlah kerugian materiil, namun aksi tersebut diketahui lantaran pintu warung tempat dia berjualan rusak bekas tercongkel.

“Yang jelas hilang uang dan barang dagangan. Waktu itu saya tidak buka (libur) sekitar satu Minggu. Kejadian ini diketahui istri saya pada Selasa pagi (07/09/2021),”terangnya. Jum’at (17/09/2021).

Tak hanya tempat warung angkringan miliknya, aksi pencurian juga terjadi di lokasi lain yakni sebuah warung milik warga Padukuhan Sawag, Kalurahan Girisekar yang letaknya berada di pinggir JJLS.

“Pencurinya berhasil membawa 2 kwintal beras. Tidak saya laporkan karena sudah saya ikhpaskan, namun jujur kami merasa resah karena akhir – akhir ini banyak warung yang menjadi sasaran pencuri,”katanya.

Baca Juga:  Diduga Nambang Batu Secara Liar, Alat Berat Backhoe Dipasangi Police Line

Terpisah Dukuh Sawah, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang Anjar Gunantoro mengakui bahwa diwilayahnya marak terjadi aksi pencurian. Dia menyebut setidaknya terdapat 6 kali peristiwa pencurian di warung – warung yang ada di pinggir JJLS.

“Modusnya nyongkel gembok dan pintu. Terakhir terjadi pada Selasa malam (14/09/2021), Rabu siang dan malam Kamis. Ada 6 warung yang barangnya dicuri, salah satunya adalah isi kotak infaq yang ada di SLB,”tuturnya.

Sementara itu Kapolsek Panggang AKP Mujiman saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun hingga saat ini belum ada warga (korban) yang melaporkan aksi pencurian ke Polsek Panggang. Meskipun demikian pihaknya akan mengusut dan mengungkap kasus ini agar tidak meresahkan masyarakat.

“Sampai saat ini belum ada laporan masuk, namun begitu kami akan tindak lanjuti untuk ungkap kasus ini,”terangnya. (Wanto)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *