Pemerintahan

Forum Penguatan Indeks Harmoni Indonesia Digelar di Gunungkidul

Wonosari — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik atau Kesbangpol Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan forum penguatan Indeks Harmoni Indonesia di Aula BMT Ummat, Wonosari, Gunungkidul.

Kegiatan yang dilaksanakan secara luring dan daring tersebut digelar pada Selasa, 9 Juni 2026. Forum ini dihadiri kepala-kepala OPD, organisasi masyarakat atau ormas, serta kantor kapanewon se-Gunungkidul.

Gunungkidul Dinilai Memiliki Capaian Indeks Harmoni yang Baik

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Sosial Budaya (Sosbud), Sih Utami, S.IP., MM., menyampaikan bahwa Kabupaten Gunungkidul menempati posisi yang baik dalam pencapaian Indeks Harmoni sejak awal diluncurkan pada tahun 2023.

Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia telah dilakukan sejak 2023 dengan melibatkan OPD, FKUP kapanewon, dan ormas.

Tujuan pengukuran ini adalah melihat kondisi masyarakat dalam kehidupan sosial, budaya, keagamaan, dan aspek lainnya di Kabupaten Gunungkidul.

Tidak semua daerah mendapat kesempatan untuk dilakukan pengukuran. Prioritas kami adalah bagi daerah yang pernah melakukan pengukuran dan menjadikan hasil dari pengukuran tersebut sebagai acuan dan parameter dari program-program yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah,” terang Sih Utami.

Survei Diharapkan Lebih Masif dan Merata

Sih Utami berharap survei Indeks Harmoni Indonesia dapat bergerak lebih masif dengan tingkat responden yang lebih merata, baik dari sisi profesi maupun tempat tinggal.

Menurutnya, pemerataan responden penting agar hasil pengukuran benar-benar menggambarkan stabilitas sosial di wilayah tersebut. Hasil itu juga diharapkan menjadi acuan dalam menyusun program kegiatan selanjutnya.

Gunungkidul Mendapat Apresiasi Kemendagri

Kemendagri secara khusus memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Kabupaten Gunungkidul yang telah melaksanakan pengukuran Indeks Harmoni dengan capaian yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2025, DIY, khususnya Gunungkidul, menjadi salah satu provinsi yang mencapai target pengukuran. Capaian ini disebut sebagai bentuk kolaborasi dan komitmen kuat pemerintah daerah dalam melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

Gunungkidul juga diharapkan menjadi role model bagi daerah lain dalam program pengukuran Indeks Harmoni berikutnya. Program ini diharapkan menjadi perhatian bersama agar pengukuran tahun ini lebih sukses dari masa sebelumnya dan dapat digunakan sebesar-besarnya untuk pembangunan masyarakat.

Empat Dimensi Harmoni Indonesia

Terdapat empat dimensi utama dalam program Harmoni Indonesia, yaitu:

  • Dimensi ekonomi
  • Dimensi sosial
  • Dimensi budaya
  • Dimensi keberagaman

Keempat dimensi tersebut saling berkaitan dan membentuk kondisi harmoni masyarakat secara menyeluruh.

Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia menggambarkan bagaimana masyarakat dapat hidup berdampingan, saling percaya, dan memiliki kesempatan yang sama dalam kehidupan sosial serta kebudayaan.

Hadir dalam kegiatan ini Dr. Katarina selaku Wakil Rektor Universitas Gunungkidul, Ashar Surahno dari Direktorat Ekososbud Kemendagri, serta Dr. Jadi Sujadi dari Wellbeing Institute sebagai pembicara.

Forum Penguatan Indeks Harmoni Indonesia Dilaksanakan Secara Luring Di Gunungkidul - foto utama
Dokumentasi Forum Penguatan Indeks Harmoni Indonesia Dilaksanakan Secara Luring Di Gunungkidul