MBS Al Muttaqiin Gedangsari terus menunjukkan perkembangan sebagai lembaga pendidikan kader Muhammadiyah di Gunungkidul. Pada tahun 2026 ini, sekolah sekaligus pondok pesantren tersebut menggelar akhirussanah atau Haflatul Attakhrij dengan suasana meriah dan penuh syukur.
Akhirussanah 2026 Jadi Momentum Syukur Kelulusan Santri
Kegiatan akhirussanah MBS Al Muttaqiin Gedangsari dilaksanakan pada Ahad, 07 Juni 2026 di kompleks pondok pesantren. Acara ini menjadi momentum penting bagi para santri, wali santri, dan keluarga besar persyarikatan.

Sebanyak 49 santri SMP dan 12 santri MA dinyatakan lulus. Beberapa di antaranya juga telah mengantongi tiket sebagai mahasiswa baru di sejumlah perguruan tinggi, yakni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Universitas Andalas di Padang, dan Universitas Pendidikan Ganesha di Bali.
Santri Tampilkan Bakat dan Semangat Berkemajuan
Akhirussanah yang berlangsung meriah ini tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas kelulusan santri. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang unjuk bakat bagi siswa-siswi Al Muttaqiin.

Salah satu penampilan yang turut menyedot perhatian adalah kemampuan bela diri Tapak Suci. Penampilan ini memperlihatkan pengembangan diri santri yang tidak hanya bertumpu pada aspek akademik dan keagamaan, tetapi juga karakter, kedisiplinan, dan keberanian.
Santripreneur Jadi Program Unggulan
Salah satu program unggulan MBS Al Muttaqiin adalah santripreneur. Melalui program ini, santri tidak hanya belajar agama, akademik, dan pengembangan diri, tetapi juga diarahkan agar memiliki kemampuan untuk berdaya dalam bidang ekonomi.

Program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar pesantren dalam menyiapkan kader yang memiliki kemandirian dan kesiapan menghadapi perkembangan zaman.
Satu Dasawarsa Gerak Melintasi Zaman
Akhirussanah tahun ini mengusung tema “Satu Dasawarsa, Gerak Melintasi Zaman, Mengusung Kader Berkemajuan”. Tema tersebut dinilai relevan dengan perjalanan MBS Al Muttaqiin yang kini memasuki usia satu dasawarsa.
Dalam perjalanannya, sekolah sekaligus pondok pesantren ini terus tumbuh menjadi rumah yang teduh dan menghidupkan nyala pendidikan bagi murid-muridnya.
Dihadiri Tokoh Muhammadiyah dan Unsur Masyarakat
Gelaran akhirussanah ini turut dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Ketua PDM Gunungkidul, Lurah Sampang di Gedangsari, Bhabinkamtibmas, Babinsa, PCM Gedangsari, serta Ustadz Jalaludin Ahmad, S.Psi., Psikolog sebagai pembicara.
Selain itu, hadir pula Ustadz dr. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada acara keesokan harinya.
“MBS Al Muttaqiin Gedangsari menjadi salah satu pusat pendidikan kader yang tumbuh berkembang dengan pesat, di sini para santri didorong untuk terus melanjutkan pendidikan bahkan setinggi-tingginya,” ungkap dr. Agus.
Hadirin Bawa Pulang Bibit Tanaman
Ada hal istimewa dalam kegiatan akhirussanah kali ini. Selain menyaksikan penampilan para santri, hadirin juga berkesempatan membawa pulang bibit tanaman.
Bibit tersebut dibagikan oleh sekolah bekerja sama dengan Balai Pembibitan Bunder, Patuk, Gunungkidul. Kehadiran kegiatan ini menambah kesan hangat dalam perayaan kelulusan santri MBS Al Muttaqiin Gedangsari.
