Segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat kepada kita, sehingga bisa melaksanakan Shalat Shubuh dilanjutkan mengikuti pengajian sebelum melaksanakan aktivitas lainnya.
Kita hidup dari shalat menuju shalat, dari shalat menunggu shalat.
Jika ingin seseorang ulama yang ‘alim, perhatikan atau tanyakan shalat fardhunya di rumah atau di masjid. Itulah KH Ahmad Dahlan.
Semua itu karena hidayah Allah yang selalu kita cari dan kita dapatkan, maka bersyukurlah dan tetaplah Istiqomah.
Dalam Kitab Nashahibul Ibad yang ditulis oleh Syekh Nawawi al-Bantani, seorang ulama besar dari Indonesia pada abad ke-19, disebutkan ;
Rasulullah ﷺ bersabda:
خَصْلَتَانِ لَا شَيْ ٕ َاَفْضَلُ مِنْهُمَا الْاِيْمَانُ بِاللّٰهِ وَالنَّفْعُ لِلْمُسْلِمِيْنَ
“Ada dua perkara yang tak ada sesuatu pun mampu melebihi keutamaannya, (yakni) iman kepada Allah Swt. dan bermanfaat bagi umat Islam
Barangsiapa bangun pagi dengan maksud tidak untuk berbuat dzalim (aniaya) kepada seseorang, maka perbuatan dosa yang telah dilakukannya akan diampuni (oleh Allah). Dan barangsiapa bangun pagi dengan maksud untuk menolong orang yang teraniaya dan memenuhi kebutuhan orang muslim, maka ia akan mendapatkan pahala sebagaimana pahalanya haji yang mabrur.”
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw:
“Orang-orang yang paling dicintai oleh Allah. Adalah orang yang paling berguna bagi sesamanya, dan perbuatan yang paling utama adalah membuat hati seorang mukmin menjadi senang dengan menghilangkan rasa lapar, meringankan kesulitan atau melunasi hutangnya. Dan dua perkara yang tidak ada satupun yang dapat melebihi kejahatannya, yaitu menyekutukan Allah dan menyengsarakan kaum muslim
Semua umatku akan masuk surga kecuali yang enggan.
Hadits Nabi Muhammad Saw
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى ؟ قَالَ : مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semua umatku akan masuk surga kecuali yang enggan, para Sahabat bertanya, “Wahai Rasûlullâh! Siapakah yang enggan?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Barangsiapa yang mentaatiku niscaya ia akan masuk surga, dan siapa yang bermaksiat kepadaku maka dia enggan (untuk masuk surga).” (HR. Bukhari)
IMAN KEPADA ALLAH
Iman kepada Allah merupakan anugerah yang terindah dan mulia. Tidak semua yang Allah berikan, walaupun keluarga sendiri, contoh:
– Nabi Nuh > Anaknya tidak beriman
– Nabi Ibrahim > Ayahnya tidak beriman
– Nabi Luth > Istrinya tidak beriman
– Nabi Muhammad > Pamannya Abu Thalib tidak beriman
Iman tidak bisa diwarisi tetapi harus dicari dan dipelihara dengan amal ibadah.
BERMANFAAT KEPADA ORANG LAIN
Firman Allah
وَّجَعَلَنِيْ مُبٰرَكًا اَيْنَ مَا كُنْتُۖ وَاَوْصٰنِيْ بِالصَّلٰوةِ وَالزَّكٰوةِ مَا دُمْتُ حَيًّا ۖ
Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; (QS. Maryam ayat 31)
Keistimewaan seorang muslim yang dengan ikhlas beriman kepada Allah SWT adalah dengan menjadi hamba-Nya yang bermanfaat bagi orang lain. Yakni, seorang hamba yang tak segan untuk turut membantu saudaranya meski Ia dalam keadaan sempit, seorang hamba yang tak takut kehabisan harta akibat bersedekah, seorang hamba yang manis tutur kata serta perilakunya.
KESIMPULAN
Dua perkara pengagungan terhadap Allah dan kasih sayang terhadap makhluk-Nya.
Seperti perintah shalat dibarengi perintah zakat, sebagaimana firman-Nya,
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ
“Kerjakanlah shalat dan tunaikan zakat …… ” (QS. al-Baqarah [2]: 43)Begitu juga dengan perintah bersyukur pada-Nya disertai perintah berterima kasih kepada orangtua yang tercantum dalam QS. Lukman [31]: 14) ,
اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ
“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu.”
Bahkan jika diberi kesempatan bagi seorang yang telah meninggal, mereka pun tak henti untuk turut memohon kepada Allah untuk kembali berbuat kebajikan di muka bumi. Gelimang harta di dunia sifatnya sementara. Namun, ganjaran Allah bagi kebajikan hamba-Nya.
PENGAJIAN BAKDA SHUBUH
🗓 Hari, tgl : Rabu Legi, 21 Dzulqaidah 1445 H./ 29 Mei 2024 M
🕌 Tempat : Masjid Kraton Soko Tunggal, Taman, Patehan, Kraton, Yogyakarta
🎤 Penceramah : Hari Purnomo, M.Pd.I
✍️ Pencatat : Sugani
