Wonosari, (kupass.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memperingati Hari Lanjut Usia Kabupaten Gunungkidul ke-28, Rabu (29/05/2024). Moment peringatan ini disebut tak hanya menjadi momen refleksi tentang kondisi lansia di Gunungkidul namun menjadi titik tolak meningkatkan perhatian dan pelayanan bagi para lansia.
Disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, Asti Wijayanti bahwa, Hari Lanjut Usia Nasional (Halun) dipusatkan di Kalurahan Karangasem dengan tema “Manusia Sehat, Indonesia Sejahtera”.
“Bukan hanya momen untuk memberikan penghargaan, tapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan lansia,”terang Asti
Jumlah lansia di Gunungkidul dikatakannya mencapai lebih dari 20% dari total penduduk, atau lebih dari 150.000 orang. Hal tersebut menjadi pemikiran bersama supaya lansia dapat hidup sehat, bermanfaat, dan bahagia.
“Sebanyak 270 lansia dari seluruh Kabupaten Gunungkidul turut serta dalam kegiatan ini, dengan dukungan dari 10 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS),”katanya.
Manajer Karinakas, Pramono Murdoko mengapresiasi kepada Kelurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan yang telah melakukan pendataan berbasis bukti untuk melayani lansia.
“Pendataan ini dilakukan oleh kader Posyandu Lansia dengan sangat baik, dan hasilnya akan kami sampaikan kepada Bupati untuk ditindaklanjuti,”imbuhnya.
Dia berharap bahwa kegiatan ini dapat memotivasi wilayah lain untuk mengembangkan program kesejahteraan lansia, sehingga tercipta
lingkungan yang nyaman, aman, dan layak huni bagi para lansia di seluruh Kabupaten Gunung Kidul.
“Upaya ini bertujuan untuk menciptakan lansia yang sehat, aktif, mandiri, dan tangguh dalam menghadapi bencana,”kata dia.
Sementara itu Bupati Gunungkidul
Sunaryanta memaparkan data demografis lansia di Gunungkidul yang menunjukkan bahwa hampir 150.000 orang dari total 776.622 penduduk kabupaten ini merupakan lansia. Dari jumlah tersebut, 32.000 orang berusia di atas 74 tahun.
“Jumlah ini sangat besar, dan menjadi tantangan tersendiri bagi kita dalam memberikan perhatian dan pelayanan terbaik untuk mereka,” kata Sunaryanta.
Bupati menyoroti pentingnya kegiatan ramah lansia yang belum sepenuhnya terlaksana di semua tempat. Sunaryanta berharap kegiatan tersebut dapat menjadi embrio yang dikembangkan di seluruh wilayah Gunungkidul. Sunaryanta menekankan bahwa kegiatan yang melibatkan lansia harus dilandasi dengan niat ibadah.
“Mudah-mudahan program ini bisa menjadi embrio yang berkembang, membawa manfaat besar bagi lansia kita, dan menjadi inspirasi bagi daerah lain,”tutupnya.
