Guru Dituduh Paksa Siswi Pakai Hijab, Ratusan Anggota Laskar Islam Beri Dukungan Moril

Foto Istimewa
Foto Istimewa

Bantul, (kupass.com)–Ratusan anggota Laskar Islam Se DIY-Jawa Tengah mendatangi SMA Negeri 1 Banguntapan Kabupaten Bantul, Jumat (05/08/2022). Kedatangan mereka tidak lain untuk memberi dukungan moril kepada sekolah khususnya Guru yang telah dituduh melakukan pemaksaan terhadap salah satu siswanyaya untuk mengenakan hijab.

Kedatangan laskar yang dipimpin oleh Ustad Umar Said didampingi oleh anggota Binmas Polda DIY ini disambut oleh Kepala Sekolah dan Guru SMA N 1 Banguntapan yang ternyata hanya memberikan himbauan dan tutorial menggunakan hijab.

“Kedatangan kami murni memberikan dukungan kepada Bapak Ibu Guru SMAN 1 Banguntapan Bantul agar tenang dalam melaksanakan tugas di sekolah,”kata Panglima Front Jihad Islam (FJI) DIY Ustad Darohman.

Dia pun meminta agar Polda DIY memfasilitasi untuk dilakukan mediasi atau tabayun antara siswi tersebut dengan para Guru. Pihaknya meminta selain difasilitasi oleh Polda DIY juga disaksikan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) DIY dan Disdikpora DIY. Permintaan ini tidak lain supaya kasus ini dapat menemui titik terang dan tidak dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin memecah belah umat.

“Hal ini penting agar jangan sampai bola panas ini terus menggelinding di luar sana. Kami merasa prihatin dan kasihan terhadap Guru SMAN 1 Banguntapan Bantul. Kalau ini dibiarkan bisa jadi nanti ada Guru yang mengajari muridnya Sholat dipermasalahkan juga,”katanya.

Pria yang akrab disapa Kang Darohman itu pun menegaskan bahwa kedatangan dirinya dan ratusan anggota Laskar ke SMA N 1 Banguntapan ini murni atas keinginan pribadi. Dia juga meminta agar pihak-pihak tidak bertanggung dan memperkeruh suasana untuk tidak melakukan penggiringan opini menyudutkan umat Islam.

“Mohon dicatat agar nanti di luar sana tidak di goreng-goreng bahwa sekolah dikira meminta backing Laskar. Ini kami datang sendiri tanpa diminta bantuan dari Sekolah. Jadi Sekolah benar-benar tidak memanggil kami, dan kami juga tidak saling mengenal sebelumnya,”tegasnya.

Kepala Disdikpora DIY Suhirman saat dikonfirmasi media menyatakan bahwa guru-guru yang dipanggil dan dilakukan pemeriksaan membantah melakukan pemaksaan berjilbab. Guru BK SMAN 1 Banguntapan mengaku hanya menawarkan kepada salah satu siswi kelas X tentang tata cara menggunakan hijab lantaran siswi tersebut mengaku belum terbiasa memakainya.

“Cuma mencontohkan dan mengajari cara memakai jilbab. Jadi, enggak ada (pemaksaan),” katanya.

Tokoh Pemuda Muhamadiyah M Arif Darmawan menilai bahwa nasehat untuk berhijab bagi muslimah merupakan jalan menuju keselamatan. Dia merasa prihatin bahwa baru-baru ini banyak kasus pemberi nasehat justru dipermasalahkan.

“Keanehan ini layak untuk kita renungkan bersama bahwa bangsa ini ternyata sudah berjalan menuju kemunduran,”kata Arif.

Menurutnya, hal ini terjadi lantaran nasehat kebaikan tak terkecuali himbauan berhijab justru dianggap mengganggu hak asasi manusia.

“Kecongkakan merasa toleran adalah penyakit yang paling kronis dimana akhir-akhir ini kita temukan pada sebagian anak bangsa,”tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.