Duduk Diantara Banyak Kepentingan Pembangunan Kabupaten Gunungkidul

M Arif Darmawan
M Arif Darmawan

Wonosari, (kupass.com)–
Permasalahan dan tantangan dalam kepemimpinan sering kali mempertemukan antara arah kebijakan pimpinan dan suara bernada tidak sreg dengan kebijakan dari sebagian orang terhadap kebijakan yang diambil pimpinannya. Apapun kajian yang telah dilakukan lalu memutuskan mengambil kebijakan adalah bagian dari tugas kepemimpinan, sementara orang-orang diluar lingkaran kepemimpinan mungkin memandang lain persoalan. Hal itulah yang memunculkan sikap berbeda pandangan hingga akhirnya mereka berani berteriak lantang menyampaikan aspirasinya.

Bagi sosok pemimpin siapapun itu, pasti punya gaya atau model kepemimpinan masing-masing sehingga tentu punya kepentingan masing-masing pula. Kepentingan ini membuat orang lain tidak bisa memaksakan. Sebab pertimbangan seorang pimpinan kadang berbeda dengan pertimbangan orang yg tidak sedang memimpin.

Pada intinya pemimpin paham betul apa resiko disetiap keputusan yang diambil, sebab para pemimpin juga memahami bahwa tidak mungkin membuat semua orang puas dengan apa yang diputuskan.

Bagi orang-orang yang menyampaikan pendapatnya lewat jalur kunstitusional ataupun secara verbal dengan statmen bahkan sampai melakukan aksi demo adalah bagian penting yang harus dipahami sebagai sarana mengawal berjalannya roda kepemimpinan dan penyampaikan kritik terhadap arah kebijakan yang dirasa kurang pas.

Hal ini menjadi penting agar pemimpin kembali lagi mengkaji apa yg menjadi keinginan mereka. Namun demikian harus dipahami bahwa masyarakat tidak bisa memaksakan sesuai keinginan sendiri , sebab harus disadari bahwa penentu kebijakan itu melekat kuat pada sosok pemimpin.

Menjadi pemimpin dengan segala kepentingan yang dimiliki, tidak boleh juga menutup pintu untuk menerima masukan, justru sikap “khoirul umuri ausatuha” memberikan pengertian bahwa duduk ditengah maknanya mampu meletakkan kepentingan yang dikehendaki lalu mendengarkan pendapat orang lain pasti akan menjadi solusi terbaik sebelum menentukan kebijakan.

Saat ini kita diberi kesempatan untuk terus menyuarakan seluruh keinginan kita dan berhak mengawal jalannya kepemimpinan, tapi kita juga harus pahami bahwa pemimpin kita juga punya kesempatan memimpin dengan gaya kepemimpinannya.

Penulis
(Muhammad Arif Darmawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *