Sehari Habis 1 Kwintal! Ikan Bakar Gubug Ndeso Ponjong Jadi Langganan Pejabat hingga Keluarga Timnas

Berawal dari hobi memancing, Pakde Nunung sukses menyulap kolam ikan menjadi destinasi kuliner halal bersertifikat yang memanjakan lidah di kawasan ‘Sugih Banyu’.

PONJONG (kupass.com) – Bagi pencinta kuliner ikan air tawar di Gunungkidul, nama Gubug Ndeso tentu sudah tidak asing lagi. Terletak di Desa Sumbergiri, Kapanewon Ponjong, restoran keluarga ini menawarkan sensasi menyantap ikan segar di tengah kawasan yang dikenal sebagai lumbung airnya Gunungkidul.

Berjarak sekitar 15 Km di sisi timur kota Wonosari, Ponjong memang terkenal dengan julukan sugih banyu (kaya air). Limpahan air ini tidak hanya menjadikan hasil gabah petani Ponjong sebagai yang terbaik, tetapi juga menciptakan ekosistem budidaya ikan air tawar yang subur. Tak heran, sepanjang jalan wilayah ini, Anda akan mudah menemui pemancingan dan restoran ikan, salah satunya yang paling hits adalah Gubug Ndeso.

Konsep “Tangkap & Masak”: Jaminan Kesegaran Paripurna 🐟

Keunggulan utama Gubug Ndeso terletak pada kesegaran bahan bakunya. Ikan Nila dan Gurame yang disajikan dijamin segar karena menggunakan konsep fresh from the pond. Ikan baru akan ditangkap dari kolam, ditimbang untuk menentukan harga, dan dimasak sesaat setelah konsumen memesan.

Saking larisnya, restoran yang berdiri sejak tahun 2017 ini mampu menghabiskan 1 kwintal ikan Nila dalam sehari, belum termasuk jenis ikan lainnya.

Meski menawarkan aneka olahan seperti goreng, kuah woku, dan asam manis, menu Ikan Bakar tetap menjadi primadona yang paling diburu. Rahasianya terletak pada penggunaan bumbu-bumbu premium dan teknik pembakaran yang pas.

“Dan jangan khawatir, restoran ini sudah mendapatkan sertifikasi halal, baik dari bahan maupun peralatan yang digunakan. Ini komitmen kami untuk kenyamanan pengunjung,” ungkap pengelola.

Dari Konsultan Jakarta Menjadi Juragan Resto 👨‍🍳

Sosok di balik kesuksesan Gubug Ndeso adalah Pakde Nunung. Pria asal Cilacap yang memperistri warga asli Ponjong ini memiliki kisah inspiratif. Sebelum terjun ke dunia kuliner, ia adalah seorang konsultan yang bekerja di Jakarta.

Keputusannya kembali ke desa awalnya hanya untuk menikmati masa pensiun dengan menyalurkan hobi memancing.

“Awalnya saya hanya membuat kolam ikan untuk menyalurkan hobi mancing. Tapi kemudian kok sepertinya orang-orang juga suka setelah mancing langsung masak ikan di tempat. Akhirnya ya sudah, kita buka sekalian rumah makannya pada 2017,” kenang Pakde Nunung.

Bangkit dari Pandemi, Jadi Langganan Tokoh Penting

Perjalanan bisnis Gubug Ndeso tidak selalu mulus. Saat pandemi Covid-19 melanda, restoran ini sempat mengalami penurunan omzet yang signifikan. Namun, berkat ketekunan dan kualitas rasa yang konsisten, Gubug Ndeso berhasil bertahan dan kini justru semakin berkembang.

Reputasi kelezatan ikan bakarnya bahkan menarik perhatian tokoh-tokoh penting. Pakde Nunung menceritakan bahwa restorannya pernah dikunjungi oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas dalam sebuah kunjungan kerja. Tak hanya itu, keluarga dari bintang Timnas Indonesia, Hokki Caraka, juga diketahui menjadi pelanggan setia di sini.

Fasilitas Lengkap untuk Segala Acara

Selain memanjakan lidah, Gubug Ndeso juga menawarkan kenyamanan tempat. Dengan area yang luas, restoran ini sangat cocok untuk berbagai keperluan, mulai dari meeting kantor, pertemuan keluarga, hingga arisan.

Perpaduan antara masakan yang lezat, bahan yang halal dan segar, serta suasana pedesaan yang asri membuat pengunjung tak ragu untuk datang kembali.