Jawab Kebutuhan Umat, JagalMu Handayani Resmi Dilantik untuk Edukasi Sembelihan Syar’i dan Ihsan

Baru dikukuhkan, komunitas di bawah MPM PDM Gunungkidul ini langsung tancap gas gelar pelatihan dan targetkan kemandirian jagal masjid pada Idul Adha 2026.

PLAYEN (kupass.com) – Menjawab tingginya kesadaran masyarakat akan keabsahan penyembelihan hewan kurban, sebuah komunitas juru sembelih Muhammadiyah kini resmi hadir di Gunungkidul. Komunitas bernama Jagal Muhamadiyah (JagalMu) Handayani ini resmi dikukuhkan pada hari ini, Sabtu (15/11/2025).

Pelantikan Sekaligus Pelatihan
Pelantikan Sekaligus Pelatihan

Pelantikan Sekaligus Pelatihan

Acara pelantikan pengurus digelar di Glidag, Playen. Momen ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi dirangkai langsung dengan pelatihan asah bilah dan teknik menyembelih yang benar.

Lahirnya JagalMu Handayani disambut dengan apresiasi tinggi oleh masyarakat, yang semakin menyadari pentingnya proses penyembelihan yang tidak hanya halal, tetapi juga ihsan (dilakukan dengan baik dan manusiawi).

Misi Edukasi Syar’i dan Ihsan

Ketua JagalMu Handayani, Bayu Pantoro, menjelaskan bahwa komunitas ini bergerak di bawah naungan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Gunungkidul.

Misi Edukasi Syar'i dan Ihsan
Misi Edukasi Syar’i dan Ihsan

“JagalMu adalah komunitas yang bergerak untuk membangun gerakan syiar edukasi, terutama dalam rangkaian penyembelihan hewan kurban,” terang Bayu.

Ia menambahkan, kebutuhan akan juru sembelih yang paham tata cara syar’i dan ihsan masih sangat tinggi. “Pengadaan jagal hewan yang baik dan ihsan masih sangat dibutuhkan. Masih banyak masjid-masjid yang perlu mendapatkan edukasi,” lanjut Bayu.

Target Idul Adha 2026

JagalMu Handayani dibentuk pada 13 November 2025 dan dikukuhkan hari ini (15/11). Bayu menegaskan bahwa komunitas ini akan langsung tancap gas turun ke masyarakat.

“Harapannya nanti kami JagalMu akan turun ke tingkat cabang dan ranting se-kabupaten Gunungkidul untuk memberikan edukasi kepada para jagal-jagal masjid,” jelasnya.

Target besarnya adalah kemandirian di tingkat masjid. “Harapannya, pada Idul Adha 2026, masjid-masjid di wilayah Gunungkidul sudah mampu dengan mandiri menyembelih hewan kurban di masjidnya sesuai syariat,” pungkas Bayu.