Wisata

Sambut HUT Ketiga, HeHa Sky View Gratiskan Semua Spot Foto

Patuk, (kupass.com)–Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Destinasi wisata HeHa Sky View yang ketiga, menegemen memberikan kejutan bagi wisatawan yang berkunjung ke destinasi Spot Foto itu. Wisatawan yang berkunjung akan diberi kesempatan menikmati spot foto gratis tanpa ada syarat.

General Manager HeHa Sky View Bagus Dewa mengatakan bahwa, HUT HeHa ketiga ini diperingati pada tanggal 19 September 2022. Namun pada tanggal 17 – 18 2022 akan ada performa dari para badut dan live music yang akan menghibur pengunjung.

“Jangan lewatkan banyak give away yang dibagikan melalui akun Instagram
@hehaskyview,”terang Bagus Dewa, Kamis (15/09/2022).

Seluruh pengunjung HeHa Sky View diberikan kesempatan menikmati seluruh spot foto dengan gratis, tanpa syarat, tanpa terkecuali. Terdapat lima wahana spot foto berbayar yang digratiskan, khusus pada tanggal 19 September 2022. Spot foto tersebut yakni Sky Ballon (ballon udara), Sky Glass (selasar kaca).

“Selain itu yang digratiskan juga ada Sky
Aeroplane (pesawat), Sky Swing dan Macrame,”kata dia.

Sementara itu Assisten General Manager Nur Wijayanti menambahkan, selain promo spot foto gratis masih banyak kejutan hadiah lainya dari HeHa Sky View. Kejutan tersebut yakni sebanyak 300 pengunjung pertama selama tanggal 19 hingga 25 September 2022 akan diberikan voucher untuk menikmati makanan minuman di dalam area HeHa Sky View.

“Selain itu pengunjung yang berulang tahun di bulan September akan diberikan kesempatan berfoto gratis di Sky Ballon (ballon udara) selama periode tanggal 20 – 25 September 2022, berlaku syarat menunjukan kartu identitas saat kedatangan,”tandasnya.

Catatan Redaksi: Pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan tulisan dapat mengirimkan sanggahan atau koreksi (sesuai Pasal 1 ayat 11 & 12 UU Pers No. 40/1999) melalui email: [email protected]

Ditulis oleh

Fajar Risdiyanto adalah Redaktur Pelaksana sekaligus jurnalis KUPASS.com. Ia meliput beragam peristiwa, pemerintahan, dan kehidupan masyarakat di Gunungkidul.

Tulisan lain dari Fajar Risdiyanto →