Belasan Ternak Kambing Mati, Diduga Dibunuh Hewan Buas

  • Bagikan
InShot 20210825 112347822
InShot 20210825 112347822

Tepus, (kupass.com)–Sejumlah belasan hewan ternak Kambing milik warga masyarakat Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus mati secara misterius pada Selasa, (24/08/2021). Kambing – kambing tersebut diduga mati lantaran dimangsa hewan buas.

Salah satu Pamong Kalurahan Purwodadi Suyanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Suyanto yang menjabat sebagai Jogoboyo itu menjelaskan bahwa, terdapat sebanyak 15 Kambing yang mati secara misterius.

“Kambing – kambing tersebut milik warga Padukuhan Mangun,”terangnya, Rabu (25/08/2021)

Suyanto menambahkan bahwa, kambing tersebut berada di ladang yang jauh dari Pemukiman warga. Kondisi tersebut membuat pemilik hewan ternak kesulitan untuk melakukan pengawasan.

“Kebanyakan warga masyarakat membuat kandang di ladang. Hal ini dilakukan supaya pakan ternak lebih mudah diberikan saat di ladang dan tidak perlu repot membawa ke rumah,”imbuhnya.

Lanjutnya, selain alasan pakan ternak warga juga tidak perlu repot mebawa kotoran yanh digunakan sebagai pupuk tanaman. Secara detail Suyanto mengatakan bahwa, ternak – ternak tersebut mati lantaran mengalami luka gigitan.

Baca Juga:  Pamit Cari Rumput, Suwarjito Ditemukan Tak Bernyawa, Kepala Mengeluarkan Darah

Lurah Purwodadi, Kapanewon Tepus Sagiyanto mengatakan, serangan hewan buas tersebut memang bukan yang pertama, karena tiga pekan lalu ada 11 kambing yang mati diserang binatang buas. Warga pun hingga kini belum mengetahui secara pasti wujud binatang yang menyerang ternak mereka.

Sebenarnya, akibat serangan binatang buas terhadap belasan kambing kambing beberapa pekan lalu, warga kemudian ramai-ramai mengandangkan karena mereka di dekat rumah masing-masing. Harapannya warga akan semakin mudah melakukan pengawasan sehingga tidak ada lagi kambing yang mati diserang oleh binatang misterius.

“Karena dirasa sudah mereda, warga kembali meletakkan kambing mereka di ladang yang jauh dari pemukiman. Alasannya, di pemukiman mereka tidak ada lokasi yang memadai untuk beternak kambing dalam jumlah yang banyak,”tuturnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *