Tingkatkan Pengetahuan Cuaca Ekstrem, Puluhan Nelayan Mengikuti SLCN

  • Bagikan
Kegiatan SLCN
Kegiatan SLCN

Girisubo, (kupass.com)–Puluhan warga masyarakat yang tergabung dalam kelompok nelayan mengikuti kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang diselenggarakan oleh Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sleman.

Kegiatan yang dilaksanakan di komplek Pelabuhan Perikanan pantai (PPP) Sadeng Kalurahan Songbanyu, Kapanewon Girisubo pada Selasa (21/09/2021) ini diharapkan meningkatkan pengetahuan bagi nelayan.

Kepala BMKG Sleman Dwi Korita mengatakan, dengan kegiatan ini diharapkan peserta sekolah lapang mampu memahami, mengungkapkan, menganalisa, menyimpulkan dan menerapkan untuk mengembangkan pengetahuan dalam rangka antisipasi cuaca ekstrem. Dengan demikian mereka mampu mewujudkan nelayan dengan hasil tangkapan meningkat dan aman berbasis info cuaca.

“Para nelayan diharapkan mempunyai keterampilan dalam mengkases, membaca dan menindaklanjuti serta mendsesiminasi informasi cuaca maritim dari sumber yang terpercaya. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi dampak buruk dari fenomena ekstrem dalam kegiatan perikanan,”terangnya, Rabu (22/09/2021).

Baca Juga:  Resmi, Jokowi Kembali Perpanjang PPKM Level Empat Hingga Bulan Agustus

Secara rinci Korita berujar bahwa pada puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Bulan Januari 2022. Potensi gelombang tinggi disebutnya dapat terjadi dipantai selatan tak terkecuali di wilayah Kabupaten Gunungkidul.

“Tiga hal pokok dari sekolah lapang ini dijelaskan mengenai pengenalan produk serta peserta memahami informasi cuaca dan iklim maritim. Para nelayan diberi pengetahuan cara membaca informasi maritim serta pengenalan alat observasi,”ucap Korita dihadapan 50 peserta dari kelompok nelayan minaraharja dan warga masyarakat umum.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, dengan dilaksanakannya SLCN ini dapat berdampak pada nilai manfaat bagi peserta khususnya nelayan di Gunungkidul.

“SLCN ini diharapkan mampu menjadi tambahan pengetahuan dan wawasan tentang iklim yang tidak lepas memiliki peran penting bagi nelayan,”pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *