Wonosari (kupass.com) – Wonosari, Gunungkidul – Manasik haji untuk calon jamaah yang baru dijadwalkan berangkat pada 2028 sudah digelar lebih awal oleh Kelompok Bimbingan Haji dan Umroh (KBIHU) ‘Aisyiyah Gunungkidul. Langkah ini diambil agar jamaah memahami gambaran lengkap persiapan dan pelaksanaan ibadah haji sejak jauh hari, meski keberangkatan mereka masih sekitar dua tahun dari sekarang.
Manasik Haji Digelar di Aula SD Muhammadiyah Al Mujahidin
Kegiatan berlangsung di Aula SD Muhammadiyah Al Mujahidin pada Ahad, 4 Oktober 2026. Sesi ini bukan sekadar simulasi teknis seputar tata cara ibadah, melainkan juga pengantar awal supaya jamaah tidak kaget dengan rangkaian prosesi yang akan mereka jalani bertahun-tahun mendatang.

Antrean Panjang, Sebagian Sudah Menunggu 14 Tahun
Lamanya masa tunggu menggambarkan betapa padatnya kuota haji di Gunungkidul. Rata-rata calon jamaah yang dijadwalkan berangkat tahun 2028 telah masuk daftar antrean sejak 12 hingga 14 tahun silam. Kondisi inilah yang membuat pembekalan sedini mungkin dianggap perlu, sebab proses manasik haji biasanya akan diulang kembali menjelang waktu keberangkatan tiba.
Dari Pendampingan hingga Kelas Mengaji di Tanah Suci
KBIHU ‘Aisyiyah menjanjikan rangkaian layanan penuh, mulai dari tahap persiapan, proses keberangkatan, hingga pendampingan selama ibadah berlangsung. Jamaah juga akan diajak city tour ke sejumlah lokasi bersejarah di kota suci dan area sekitar masjid.
Bagi jamaah yang ingin memperbaiki bacaan Al Quran, tersedia kelas-kelas kecil yang biasa digelar di dalam masjid. Kelas ini berjalan berkat kerja sama KBIHU ‘Aisyiyah dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi, sehingga jamaah mendapat bimbingan langsung dari anggota PCIM yang bertugas di sana.
Bagi jamaah yang membutuhkan bantuan mobilitas, KBIHU ‘Aisyiyah telah membentuk Paskuda atau Pasukan Kursi Roda. Tim ini beranggotakan relawan dari kalangan jamaah sendiri yang siap siaga mendampingi sesama jamaah yang kesulitan bergerak selama beribadah di Tanah Suci.
Arab Saudi Perketat Syarat Kesehatan Jamaah
Koordinator pembimbing haji KBIHU ‘Aisyiyah, Ustadz Faizus Sya’bani, mengingatkan agar calon jamaah haji asal Indonesia bersiap menghadapi aturan kesehatan yang lebih ketat tahun mendatang. Peringatan ini muncul lantaran jamaah haji asal Indonesia disebut masih mencatatkan angka kematian tertinggi di antara negara-negara pengirim jamaah.
“Kita sudah diperingatkan oleh pemerintah Arab Saudi agar lebih memperketat aturan tentang kesehatan calon jamaah haji, sehingga kami berharap bapak ibu calon jamaah sekalian mulai saat ini berikhtiar untuk menjaga kesehatan dengan sungguh-sungguh,” kata Faizus.
Selain pembekalan ibadah, KBIHU ‘Aisyiyah juga menyiapkan sejumlah agenda yang bersifat menghibur selama jamaah berada di tanah suci, seperti berkeliling mengunjungi masjid-masjid di sekitar penginapan, makan bakso bersama, hingga jamuan makan yang digelar khusus bagi rombongan jamaah asal Gunungkidul.
