Gunungkidul

Muhammadiyah Gunungkidul Serahkan Mobil Ambulan dan Emergency Kit untuk RKJR Patuk

Wonosari (kupass.com) – Armada baru resmi memperkuat barisan relawan kecelakaan jalan raya di Gunungkidul. Pimpinan Muhammadiyah Gunungkidul bersama PKU Muhammadiyah Wonosari menyerahkan satu unit mobil ambulan beserta emergency kit kepada Relawan Kecelakaan Jalan Raya atau RKJR Patuk, Jumat, 2 Oktober 2026, bertempat di aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul.

Bantuan ini hadir di tengah tingginya angka kecelakaan di jalur utama Jogja-Wonosari, salah satu ruas paling padat sekaligus rawan kecelakaan di wilayah selatan Yogyakarta. Keberadaan relawan yang sigap turun ke lokasi kejadian selama ini menjadi lini pertama sebelum korban dirujuk ke fasilitas kesehatan.

Rkjr Patuk Gunungkidul. Dukung Relawan Kecelakaan Jalan Raya, Muhammadiyah Gunungkidul Serahkan Mobil Ambulan Dan
Rkjr Patuk Gunungkidul. Ilustrasi AI: Dukung Relawan Kecelakaan Jalan Raya, Muhammadiyah Gunungkidul Serahkan Mobil Ambulan Dan Emergency

Rekam Jejak RKJR Patuk Sepanjang Tahun Ini

Sejak awal tahun hingga September 2026, RKJR Patuk tercatat telah terjun ke lebih dari 70 Tempat Kejadian Perkara atau TKP kecelakaan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 pasien berhasil dievakuasi dan dikirim untuk mendapat penanganan medis lanjutan.

Rkjr Patuk Gunungkidul. Dukung Relawan Kecelakaan Jalan Raya, Muhammadiyah Gunungkidul Serahkan Mobil Ambulan Dan
Rkjr Patuk Gunungkidul. Ilustrasi AI: Dukung Relawan Kecelakaan Jalan Raya, Muhammadiyah Gunungkidul Serahkan Mobil Ambulan Dan Emergency

Angka ini menggambarkan betapa padatnya aktivitas relawan dalam merespons kecelakaan di jalur Jogja-Wonosari, yang kerap dipadati kendaraan wisata maupun angkutan logistik setiap harinya.

Ambulan Baru Jawab Kebutuhan di Lapangan

Ketua tim RKJR Patuk, Ngadijo, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kedatangan armada yang selama ini sangat dibutuhkan timnya di lapangan.

"Ini merupakan permohonan kami untuk merawat kembali armada ambulan, sebagai dukungan bagi tim RKJR di lapangan dan memudahkan kami dalam tugas kemanusiaan berikutnya," terangnya.

Bagi Ngadijo dan timnya, ambulan bukan sekadar kendaraan, melainkan alat vital yang menentukan cepat-lambatnya korban mendapat pertolongan pertama sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Pelatihan Lanjutan Bakal Menyusul

Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) PKU Muhammadiyah Wonosari, dr Trisna Hidayat, menjelaskan bahwa bantuan kendaraan dan emergency kit ini bukan titik akhir dukungan Muhammadiyah untuk RKJR Patuk. Ia menyebut akan ada program pelatihan bagi para relawan agar kemampuan penanganan gawat darurat di lapangan semakin terasah.

Dengan pelatihan tersebut, diharapkan relawan tak hanya memiliki armada memadai, tetapi juga keterampilan medis dasar yang lebih matang saat menghadapi berbagai jenis kecelakaan.

Muhammadiyah Perkuat Kolaborasi Kemanusiaan

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunungkidul, Drs. H Sadmonodadi, MA, berharap bantuan yang diserahkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh RKJR Patuk. Baginya, kerja sama ini menjadi langkah awal hubungan jangka panjang antara Muhammadiyah dan relawan kecelakaan jalan raya di Gunungkidul.

"Kami akan terus mendukung upaya-upaya kemanusiaan, dan sumbangan sekecil apapun kita harapkan dapat bermanfaat, kita kuatkan dan bangun sumber daya manusia untuk kepentingan masyarakat banyak," pungkas Sadmono.

Dengan tambahan armada ini, RKJR Patuk berharap respons terhadap kecelakaan di jalur Jogja-Wonosari bisa makin cepat, sekaligus memperkuat jejaring kemanusiaan antara organisasi masyarakat dan relawan kebencanaan di Gunungkidul.