Ekonomi

Air Mengalir Seminggu Sekali, Warga Tepus Perlu Bantuan Air Bersih

Tepus (kupass.com) – Warga di Padukuhan Sureng di Purwodadi, Tepus Gunungkidul harus melewati masa kemarau panjang dengan air yang terbatas. Dalam satu rukun tetangga yang memiliki 35 jiwa, hanya mendapat distribusi 1 titik air dari PDAM, itu saja mengalir seminggy sekali.

Kronologi dan Kondisi Terkini

Kepala Dukuh Sureng 1 dan 2, Sukatman dan Sugiman mengeluhkan minimnya pasokan air bersih yang mengalir ke dusunnya sejak musim kemarau tiba. Namjn warga terdampak sudah memaklumi keadaan tersebut karena selalu terjadi saat musim kemarau.

Air Mengalir Seminggu Sekali, Warga Tepus Perlu Bantuan Air Bersih - foto pendukung-2
Ilustrasi AI: Air Mengalir Seminggu Sekali, Warga Tepus Perlu Bantuan Air Bersih

Di Kapanewon Tepus, harga satu tangki air mencapai 200 ribu rupiah, hal inilah yang kemudian mengetuk hati para donatut untuk berbagi khususnya berupa donasi air bersih untuk warga terdampak.

Salah satunya adalah SMP Muhammadiyah 1 Gamping yang bekerja sama dengan Lazismu, Muhammadiyah Disaster Manajemen Centre dan BPBD Gunungkidul.

Sebanyak 4 tangki air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Gunungkidul diturunkan untuk warga Padukuhan Sureng 1 dan 2 pada hari Selasa, 6 Oktober 2026 yang diterima langsung oleh Kepala Dukuh.

Selain bantuan air bersih, SMP Muhammadiyah 1 Gamping bersama rombongan juga menyerahkan bantuan uang tunai yang nantinya dapat digunakan untuk pengadaan air bersih bagi warga.

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Gamping, Watini, S.Pd.Si dalam sambutannya pada penyerahan donasi di balai padukuhan Sureng mengatakan bahwa pemberian donasi ini merupakan amanah dari warga sekolah, sebagai upaya untuk mengajarkan kepada siswa tentang empati dan kerelawanan sosial.

"Kami hadir di Tepus selain bersilaturahmi mengajak anak-anak kami, juga menyampaikan amanah dari warga sekolah untuk saudara-saudara kami yang membutuhkan, khususnya air bersih yang menjadi kebutuhan dasar kehidupan" terang Watini.

Pada kunjungannya ke Tepus, SMP Muhammadiyah 1 Gamping bersama-sama dengan Pimpinan Cabang Muhmmadiyah (PCM) Gamping, Lazismu dan siswa-siswi IPM.

Watini juga mengatakan jika SMP Muhamamdiyah 1 Gamping menjadi salah satu sekolah yang hadir sejak awal untuk korban bencana di NTT beberapa waktu yang lalu.

Semangat menolong dalam kemanusiaan inilah yang terus tumbuh dan mendorong sekolah untuk menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Tidak hanya bagi warga persyarikatan ataupun umat muslim, semangat kemanusiaan hadir untuk semua kalangan.

Air Mengalir Seminggu Sekali: Mengapa Ini Penting

Perkembangan ini penting diperhatikan pembaca karena berkaitan langsung dengan air mengalir seminggu sekali, dan dampaknya bagi masyarakat.