Konten Dakwah

Keluarga SLB Negeri 1 Gunungkidul adakan Pengajian Maulid Nabi

Wonosari, (kupass.com)–Bertepatan tanggal 13 Robiul awal 1446 keluarga SLB Negeri Gunungkidul mengadakan pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW. Sebelum tausyiah Surani, SPd.I sebagai ketua panitia menyampaikan tentang tujuan acara dilaksanakan yaitu untuk meningkatkan semangat menjalankan nilai nilai agama.

Beliau mengajak seluruh peserta memperhatikan materi tausiyah yang akan disampaikan Ustad Jayadi sebagai pembicara. Anak anak SLB Negeri 1 Gunungkidul tampak antusias memperhatikan dan mengikuti tausiyah yang di sampaikan Bang Jay. Sesekali anak anak diajak Jayadi menyenandungkan sholawat nabi, menyanyi islami, bermain tepuk dan tanya jawab interatif.

Dalam tausiyahnya di hadapan anak anak, guru dan sebagian orang tua yang hadir Bang Jay sapaan akrabnya menyampaikan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah dengan cara mentauhidkan dan beribadah hanya kepada Allah, taat kepada Allah dan rosulNya. Bukti cintanya kepada Allah yaitu selalu meneladani Rosulullah SAW dalam peri kehidupannya.

Beberapa sifat Rosulullah Muhammad SAW yang penting untuk diteladani yaitu jujur, amanah, syukur dan sabar atas apapun yang dianugerahkan dan ditakdirkan Allah. Optimis dalam menghadapi masa depan dan pantang berputus asa.

Ada beberapa anak yang memiliki bakat dan minat olah suara ditampikan dengan menyanyikan lagu islami rahmatan lil ‘aalamin dan walisanga di depan keluarga besa SLB Negeri 1 Gunungkidul. Acara pengajian peringatan maulid nabi diakhiri doa, makan bersama dan pembagian sayur sempulur.

Catatan Redaksi: Pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan tulisan dapat mengirimkan sanggahan atau koreksi (sesuai Pasal 1 ayat 11 & 12 UU Pers No. 40/1999) melalui email: [email protected]

Ditulis oleh

Samad Admojo adalah Pimpinan Redaksi KUPASS.com, media online Gunungkidul yang berdiri sejak 17 Agustus 2020. Ia bertanggung jawab atas arah pemberitaan dan memastikan setiap berita tersaji cepat, akurat, dan sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Tulisan lain dari Samad Admojo →