Bencana Alam

Siaga Kekeringan, BPBD Gunungkidul Perkirakan Hujan Baru Akan Turun Awal Desember

Tepus (kupass.com) – Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul memperkirakan hujan baru akan turun pada awal Desember mendatang, sementara kekeringan Gunungkidul saat ini telah menyebar ke hampir seluruh wilayah kabupaten.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah menetapkan status siaga darurat kekeringan di 17 dari 18 kapanewon yang ada. Dengan status itu, praktis hanya tersisa satu kapanewon yang belum masuk kategori terdampak krisis air bersih tahun ini.

Kekeringan Gunungkidul Meluas ke 17 Kapanewon

Luasnya cakupan wilayah terdampak membuat kebutuhan air bersih melonjak tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya. BPBD Gunungkidul mencatat musim kemarau kali ini berpotensi berlangsung lebih panjang, sehingga warga di kapanewon-kapanewon rawan diminta lebih berhemat menggunakan persediaan air yang tersisa.

Ribuan Tangki Air Sudah dan Akan Terus Disalurkan

Hingga berita ini diturunkan, BPBD Gunungkidul sudah mengirimkan lebih dari 800 tangki air kepada warga terdampak. Jumlah tersebut akan terus ditambah hingga menembus angka 3.000 tangki air sampai batas waktu 31 Oktober mendatang.

Percepatan distribusi ini dikebut agar warga di kapanewon-kapanewon yang mengalami krisis air tidak kehabisan pasokan sebelum musim hujan benar-benar tiba.

Anggaran dan Armada Terbatas, Donasi Jadi Andalan

Mulyono dari BPBD Gunungkidul mengakui alokasi anggaran penanganan kekeringan tahun ini terbilang minim. Hal itu disampaikan saat ia mendampingi rombongan donatur dari SMP Muhammadiyah 1 Gamping yang menyalurkan bantuan air bersih di Tepus beberapa waktu lalu.

"Selain pendanaan yang terbatas, armada kami juga terbatas jumlahnya, sehingga permasalahan air bersih sesungguhnya memerlukan perhatian dari banyak pihak," terang Mulyono.

Pernyataan itu menegaskan bahwa uluran tangan dari pihak luar, baik lembaga maupun perorangan, menjadi penopang penting di tengah keterbatasan sumber daya yang dimiliki BPBD Gunungkidul.

Gandeng MDMC Perkuat Penggalangan Air Bersih

Untuk menutup kekurangan armada dan dana, BPBD Gunungkidul terus menjalin koordinasi dan komunikasi dengan sejumlah lembaga, salah satunya MDMC Gunungkidul, atau Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat penggalangan donasi sekaligus mempercepat pasokan air ke titik-titik yang paling membutuhkan.

BPBD Gunungkidul menyampaikan terima kasih atas sinergi yang terus terjalin bersama berbagai pihak dalam membantu meringankan beban masyarakat, khususnya menyangkut persoalan sosial dan kebencanaan.

BPBD berharap masyarakat bisa bersabar menghadapi kekeringan Gunungkidul yang diperkirakan berlangsung lebih lama dari tahun-tahun sebelumnya, sembari menanti hujan yang ditaksir baru turun awal Desember mendatang.