Kajian Kitab Mukhtarul Ahadits An Nabawiyah Hadits 278 & 279

Kajian Kitab Mukhtarul Ahadits An Nabawiyah Hadits 278 & 279. Disarikan dari Kitab Mukhtarul Ahadits An Nabawiyah, Karya As-Sayyid Ahmad Al-Hasyimi. Sebagai tambahan Informasi saja bahwasanya Kitab Mukhtarul Ahadits An Nabawiyah adalah kitab yang berisi kumpulan hadis-hadis Nabi Muhammad yang dihimpun dari enam kitab hadits shahih. Kitab ini dikarang oleh as-Sayyid Ahmad al-Hasyimi dan diterbitkan pada tahun 1994

Hadits 278/280 Allah Menyukai Hati-hati

Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّهِ » [أخرجه البخاري ومسلم]
“Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan mencintai kelembutan dalam setiap urusan“. [HR Bukhari no: 6024, Muslim no: 2165].

Penjelasan:

  1. Dapat ditebak bila lemah lembut ini merupakan budi pekerti yang luhur, paling mulia, paling agung kedudukannya, dan paling banyak membawa dampak positif. Sehingga kelembutan tidaklah dilekatkan pada sesuatu melainkan pasti akan menghiasi, memperbagusi serta membikin sesuatu lebih indah. Dan jika kelembutan ini dicabut pada segala urusan melainkan pasti akan menjadikan aib, tercela dan buruk.
  2. Barangsiapa yang dianugerahi sikap lemah lembut maka sungguh dirinya telah mendapat keuntungan yang sangat banyak, kebajikan yang agung, mulai dari pujian yang indah, taufik, pikiran terbimbing, ketenangan jiwa, menggapai keinginan, merengkuh cita-cita, ini didunia adapun diakhirat dirinya akan meraih pahala yang besar serta ganjaran yang setimpal.

Hadits 279/281 Hal-Hal yang diharamkan Allah

Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
‎وَعَنِ الْمُغِيْرَةِ بْنِ شُعْبَةَ رضي الله عنه عَنْ رَسُوْلِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم قَالَ: “إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوْقَ الأُمَّهَاتِ، وَوَأْدَ اَلْبَنَاتِ، وَمَنْعًا وَهَاتِ، وَكَرِهَ لَكُمْ قِيْلَ وَقَالَ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ، وَإِضَاعَةَ الْمَالِ.” مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Dari Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallāhu ‘anhu, dari Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allāh Subhānahu Wa Ta’āla mengHARAMkan atas kalian:
① Durhaka kepada para ibu
② Mengubur anak-anak perempuan hidup-hidup
③ Hanya sekedar bisa menuntut hak, sementara tidak menunaikan hak orang lain (banyak menuntut sesuatu yang tidak pantas dituntutnya)
④ Mengatakan “katanya dan katanya” (banyak menukil perkataan manusia)j
⑤ Terlalu banyak bertanya (meminta)
⑥ Dan membuang-buang (menyia-nyiakan) harta.” (Muttafaqun ‘alaih).

Penjelasan:

  1. Durhaka kepada orangtua adalah melakukan segala perkara yang membuat orangtua jengkel.
  2. Karena mereka merasa malu punya anak perempuan karena tidak bisa dibanggakan, tidak bisa menambah kekuatan. Adapun kalau anak laki-laki, kalau punya banyak anak laki-laki maka mereka merasa punya kekuatan sehingga berani bertempur.
  3. Mengatur jarak kelahiran anak dibolehkan
  4. Hindari sering penyampaian berita yang tidak berguna
  5. Bertanyalah sesuai dengan kebutuhannya
  6. Boros terhadap penggunaan harta saudaranya syetan.
    Firman Allah
    ‎وَاٰتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَالْمِسْكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا
    Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. (QS. Al-Isra’ ayat 26)

    اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ ۗوَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا
    Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS. Al-Isra’ ayat 27)

PENGAJIAN BAKDA MAGHRIB
🗓 Hari, tgl : Kamis, 08 Dzulqaidah 1445 H./ 16 Mei 2024 M
🕌 Tempat : Masjid Nurul Iman, Blimbingsari, Yogyakarta
🎤 Penceramah : Mu’inan Rafi’ El Ghaysiqy
✍️ Pencatat : Sugani