Wonosari. Siswa-siswi dari beberapa Sekolah Dasar di Wonosari mengikuti kegiatan OSN cabang olahraga Woodball pada tanggal 16-17 April 2025 yang bertempat di Alun-alun pemda Wonosari.
Woodball adalah olahraga yang dimainkan dengan menggunakan tongkat dan bola kayu. Tujuan permainan ini adalah untuk memukul bola kayu ke dalam lubang atau sasaran dengan menggunakan teknik yang tepat.
Woodball berasal dari Taiwan dan mulai berkembang pada tahun 1990-an. Olahraga ini kemudian menyebar ke berbagai negara di Asia dan menjadi populer di kalangan masyarakat.
Woodball pertama kali diperkenalkan di Gunungkidul pada tahun 2012 dan telah mengalami perkembangan yang sangat pesat hingga saat ini.
Woodball merupakan permainan yang bisa dimainkan secara individu maupun secara tim. Woodball merupakan salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada gelaran Porda bulan Oktober mendatang.
Menurut salah satu pelatih Woodball Gunungkidul, Coach Yanto mengatakan bahwa Woodball merupakan olahraga yang menyenangkan, dan saat ini tidak memiliki batasan umur, sehingga kesempatan untuk bermain masih sangat terbuka.
“Untuk hari ini anak-anak yang bertanding berasal dari sekolah dasar di Kapanewon Wonosari yakni, SD Wonosari Baru, SD Negeri Selang dan SD Karang Tengah, kami ingin mencari bibit-bibit baru sekaligus memperkenalkan olahraga Woodball kepada anak-anak usia dini” terang Yanto yang merupakan pengurus Pengkab Asosiasi Woodball Gunungkidul.
Lebih lanjut Yanto menerangkan bahwa olahraga Woodball ini lebih menekankan pada strategi, fisik dan ketahanan tubuh yang kuat. Selain itu juga membutuhkan ketelitian dan kemampuan mengendalikan dalam memukul tongkat.
Selain menggencarkan pembinaan atlet usia dini, asosiasi Woodball Gunungkidul saat ini sedang mempersiapkan atlet-atletnya dalam mengikuti Training Camp sebagai persiapan Porda Gunungkidul tahun 2025, yakni 8 atlet putra, 8 atlet putri dan 2 pelatih.
Sementara itu menurut Zulianta Eka Prasetya, sebagai Ketua Pengkab Woodball Gunungkidul mengatakan bahwa persiapan atlet-atlet kita untuk menghadapi Porda 2025 sudah bagus.
“Kami sering mengadakan berbagai event yang sifatnya monthly dan rutin, selain itu kami juga mengirimkan atlet-atlet kami untuk mengikuti berbagai kejuaraan dan open tournament yang diadakan untuk menambah pengalaman dan jam terbang” terang Zuli.
Untuk Porda tahun ini, cabang Woodball ditargetkan 5 medali emas putra putri dari nomor-nomor yang dipertandingkan bulan Oktober mendatang.
Sebagai tuan rumah tentu saja sangat diuntungkan dengan venue yang telah terbiasa dipakai selama latihan, serta dukungan dari keluarga dan masyarakat Gunungkidul dipastikan akan lebih banyak.
Zuli berharap para atlet terus tekun dalam berlatih dan bersemangat menyongsong gelaran Porda 2025 sehingga target medali yang telah ditetapkan dapat tercapai.
