Girisubo (kupass.com) – Tempe godong jati produksi ibu-ibu Kalurahan Balong, Girisubo, kini mencuri perhatian setelah dikemas lebih menarik tanpa meninggalkan sentuhan tradisionalnya. Produk tempe yang awalnya dipasarkan di pasar tradisional itu bahkan mendapat apresiasi dari Bupati Gunungkidul saat pameran UMKM di Kapanewon Girisubo.
Tempe sendiri menjadi salah satu sumber protein yang sangat akrab bagi masyarakat Indonesia. Selain mudah dijumpai, harganya juga terjangkau dan dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Kemudahan dalam proses pembuatan tempe membuat banyak ibu-ibu menekuni usaha ini, termasuk warga Kalurahan Balong di Girisubo.
Berawal dari Program Kampung Zakat Reborn
Pada medio Oktober 2024, masyarakat Balong mendapat dukungan dari Rumah Zakat Indonesia melalui program Kampung Zakat Reborn. Dalam program tersebut, Rumah Zakat memfokuskan pendampingan pada tiga bidang, yakni kesehatan, ekonomi, dan dakwah kemasyarakatan.

Untuk bidang ekonomi, perhatian diberikan pada produksi tempe godong jati yang dikerjakan oleh ibu-ibu di Kalurahan Balong. Produk tersebut sebelumnya dipasarkan di pasar-pasar tradisional di wilayah sekitar.
Namun, pemasaran tidak berjalan mudah. Pasar tempe di wilayah Girisubo dan sekitarnya sudah cukup padat karena banyak pengrajin tempe serupa. Dengan kemasan dan pola penjualan yang sama, produk tempe godong jati ini perlu strategi baru agar memiliki daya saing.
Inovasi Kemasan Jadi Titik Balik
Ratno Sungkowo, salah satu pendamping program pemberdayaan, menyampaikan bahwa produk tempe di pasar tradisional sekitar cukup melimpah. Selain itu, harga tempe juga tergolong murah sehingga pemasaran menjadi tantangan tersendiri.

> "Melihat kendala tersebut, kami berdiskusi dengan anggota kelompok binaan untuk mendapatkan solusi dari permasalahan ini, hingga akhirnya munculah inovasi kemasan tempe seperti yang sekarang dengan nilai jual lebih tinggi," terang Ratno.
Kemasan baru yang dimaksud adalah packaging tempe yang lebih marketable. Target pasar pun ikut berubah, dari yang semula hanya pasar tradisional menjadi pasar modern atau pusat oleh-oleh.
Meski tampil lebih menarik, produk ini tetap mempertahankan konsep tradisional berupa bungkus godhong jati. Dengan sentuhan kemasan baru, tempe berbrand "Mamak" berhasil dipasarkan hingga keluar daerah Gunungkidul.
Produk tempe "Mamak" juga telah melayani pengiriman online melalui jasa ekspedisi.
Mendapat Apresiasi Bupati Gunungkidul
Pada pameran UMKM di Kapanewon Girisubo beberapa waktu lalu, tempe "Mamak" produksi ibu-ibu Kalurahan Balong ikut tampil dalam stan pameran. Produk tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Gunungkidul yang mengunjungi stan dan berdialog dengan para pengrajin.
Inovasi ini menunjukkan bahwa tempe godong jati tidak hanya dapat dipertahankan sebagai produk pangan tradisional, tetapi juga bisa ditingkatkan nilai ekonominya melalui kemasan dan strategi pemasaran yang lebih tepat.
Ibu-ibu Kalurahan Balong di Girisubo pun berhasil menyulap tempe menjadi produk yang sehat, menarik, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
