Bimtek Dai Komunitas, Hadirkan Kemaslahatan Untuk Umat

Playen, (kupass.com)–Pimpinan Wilayah Muhammadiyah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Lembaga Dakwah Komunitas (LDK). Kegiatan ini diharapkan dapat membawa kebaikan serta kemaslahatan bagi umat khususnya di wilayah Kabupaten Gunungkidul.

Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan selama 3 hari mulai Jumat 26 hingga 28 Juli 2024 di SMK Muhammadiyah 1 Playen. LDK disebut merupakan amanah Muktamar Muhammadiyah di Surakarta dimana penjelmaan awal mula dakwahnya KH Ahmad Dahlan yang semula berbasis komunitas dan jamaah.

“LDK mengembalikan semangat dakwahnya Muhammadiyah, tidak sekedar ngopeni pengajian jamaah dakwahnya warga Muhammadiyah yang sudah mapan. Namun diarahkan menuju komunitas yang lebih spesifik,”terang LDK PWM DIY Ustad Ananto.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul Sadmonodadi mengatakan, Bimtek Dai komunitas ini disebutnya bakal menghadirkan kemaslahatan bagi warga masyarakat Muhammadiyah pada khususnya dan warga masyarakat Gunungkidul pada umumnya.

“LDK dijelaskan Sadmonodadi merupakan nomenklatur baru, periode ini ada lembaga dakwah komunitas kita belajar banyak di komunitas tertentu,”imbuhnya.

Sementara itu Ketua PWM DIY Muhammad Ikhwan Ahada menyampaikan bahwa keputusan Muktamar Muhammadiyah di Surakarta menitikberatkan dakwah komunitas itu pada lima obyek, yakni Komunitas kalangan atas, kalangan menengah, kalangan bawah, komunitas virtual dan komunitas daerah 3 T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

“Karena logika berpikir dakwah Muhammadiyah adalah fungsional (asas manfaat), memanfaatkan waktu secara maksimal, disiplin dan berorientasi amal sholeh (spirit teologi Al Ashr). Maka tidak ada kata berhenti bagi orang Muhammadiyah untuk terus berkarya dalam amal sholeh supaya menjadi amal jariyah,”paparnya.

Dalam pelajarannya Kyai Dahlan menekankan sejak awal tentang keutamaan menjaga akidah murni. Sehingga dalam catatan murid termudanya yakni Kyai Raden Hadjid, pelajaran pertama yang diajarkan adalah surat Al Jatsiyah ayat 23.

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya?”. Pembersihan diri dari segala bentuk penyembahan selain Allah SWT, termasuk diri sendiri,”tandasnya.