Bawa Sajam, Seorang Pemuda Dimasa Warga Usai Melakukan Pengancaman

Ponjong, (kupass.com)–Pria berinisial LP warga Kota Yogyakarta sempat menjadi bulan-bulanan warga masyarakat di Kapanewon Ponjong, Kamis (20/06/2024). Pria tersebut meresahkan warga usai melakukan pengancaman menggunakan senjata tajam sabit dan pisau.

Kapolsek Ponjong Kompol Hendra Prastawa menerangkan bahwa, peristiwa tersebut bermula pemuda tersebut membawa pisau berjalan di jalan Sawahan Tambakromo. Pada pukul 06.30 WIB sampai dengan 07.30 WIB, pemuda tersebut membuat ulah membahayakan warga.

“Saat di sekitar ladang, pelaku bertemu dengan warga yang beraktivitas pertanian. Tanpa basa-basi dia kemudian meminta sebuah sabit milik petani itu. Karena merasa ketakutan petani tersebut kemudian menyerahkan sabitnya,”terang Kapolsek.

Setelah mendapatkan sabit, dia lantas berjalan kaki dan bertemu dengan seorang pria yang mengendarai sepeda motor. Pelaku menghentikan warga tersebut untuk membonceng. Ketika hendak diturunkan di pinggir jalan pelaku justru tidak mau dan mengancam menggunakan Sajam yang dibawanya.

“Karena merasa takut, warga tersebut lantas mengantarkan pelaku. Namun sesaat kemudian saat melintas di jalan dimana ada warga yang cukup banyak, pria pemilik kendaraan tersebut berinisiatif menjatuhkan kendaraannya dan berlari menghindari pelaku,”imbuhnya.

Warga yang melihat peristiwa ini kemudian mendatangi pelaku, namun justru melarikan diri dan dilakukan pengejaran. Saat itu salah satu warga setempat bernama Suyanto berusaha memecah keriuhan yang terjadi, celakanya dia justru hampir jadi sasaran pembacokan oleh LP.

“Pak Suyanto ini bermaksud melerai, tapi justru menjadi sasaran LP dimana pelaku justru mengayunkan sabitnya. Beruntung Pak Suyanto berhasil menghindar sehingga sabit tersebut mengenai kendaraannya,”tandasnya.

Emosi warga pun semakin memuncak melihat apa yang dilakukan oleh LP. Geram dengan yang terjadi, warga kemudian mengeroyok pemuda tersebut dan melaporkannya ke Polsek Ponjong.

“Tadi langsung kami amankan ke Mapolsek Ponjong. Kami mintai keterangan namun pelaku ini justru sulit diajak komunikasi. Pelaku dengan korban dan beberapa warga yang ditemui itu tidak saling mengenal, jadi pelaku ini di Sawahan baru sekitar 3 hari di rumah simbahnya,” sambung dia.

Disinggung mengenai pengaruh alkohol dan motif pelaku, Hendra belum bisa memastikannya. Sebab pelaku masih bungkam, pemeriksaan sementara yang bersangkutan tidak dalam pengaruh alkohol.

“Jawabnya lupa, dan sulit diajak komunikasi. Kalau untuk pengaruh alkohol sepertinya tidak, kalau obat atau narkoba ini masih kami dalami. Kami sudah koordinasi dengan Satresnarkoba untuk pemeriksaan dan pengecekan,”katanya

“Prosesnya tentu tetap lanjut jarena ada unsur pidana baik pengancaman, perampasan, dan pengrusakan. Ini kami sedang mengumpulkan keterangan dari korban dan saksi termasuk data-data di lapangan,”tandasnya.