Setelah 1,5 tahun latihan keras dan melewati badai cedera, anak asuh Coach Beddu berhasil mengakhiri penantian panjang dan mempersembahkan medali emas.
GUNUNGKIDUL (kupass.com) – Sejarah baru terukir di ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVII DIY. Untuk pertama kalinya sejak Porda digelar, tim sepak bola putri Gunungkidul berhasil memecah kebuntuan dengan meraih medali emas.
Pencapaian luar biasa ini menjadi buah dari kerja keras dan pengorbanan tim tangguh yang berhasil menaklukkan lawan-lawannya di bawah asuhan pelatih Muhammad Yasir Al-Huda, yang akrab disapa Beddu.

Buah dari Latihan Keras dan Pengorbanan
Kemenangan bersejarah ini tidak datang dengan mudah. Coach Beddu mengungkapkan bahwa tim yang terdiri dari para srikandi dari berbagai kapanewon di Gunungkidul ini telah menjalani persiapan intensif selama kurang lebih 1,5 tahun.
“Prosesnya tidak mudah, kami berlatih konsisten 5 hingga 7 kali dalam seminggu, baik pagi, siang, maupun sore,” terang Beddu.

Mental dan fisik mereka juga ditempa di kompetisi level nasional, seperti saat mengikuti Piala Pertiwi U-17 di Jakarta pada Desember tahun lalu. Perjuangan itu bahkan memakan korban, di mana tidak sedikit atlet yang mengalami cedera ringan hingga berat, termasuk patah tulang bahu.
“Akan tetapi, semua pengorbanan itu kini terbayarkan tuntas dengan raihan medali emas ini. Akhirnya sejarah tercipta untuk sepak bola putri Gunungkidul,” tambahnya.
Syukur dan Terima Kasih Sang Arsitek

Coach Beddu tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mendedikasikan kemenangan ini kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan tak henti-hentinya selama proses persiapan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hasil ini. Terima kasih kepada Askab PSSI Gunungkidul, KONI Gunungkidul, jajaran pelatih, ofisial, para pemain dan orang tua wali atlet, serta seluruh masyarakat Gunungkidul yang telah mendukung kami,” ujarnya.
Mimpi Liga 1 Putri untuk Srikandi Gunungkidul
Setelah Porda usai, Beddu menjelaskan bahwa tim akan dibubarkan sementara untuk beristirahat. Namun, ia sudah memiliki visi jangka panjang untuk terus memfasilitasi dan memberi wadah bagi para talenta sepak bola putri di Gunungkidul.

“Kami akan bersiap untuk berlatih kembali menyongsong turnamen berikutnya. Ke depan, di tahun 2027 rencananya juga akan ada Liga 1 Putri Indonesia. Semoga anak-anak kita ini bisa masuk di tim-tim profesional peserta liga tersebut,” pungkasnya penuh harap.
