Keutamaan Zuhud di Dunia

Keutamaan Zuhud di Dunia dari Kitab Riyadush Shalihin karya Imam Nawawi, semoga memberikan manfaat

Hadith 1:55:473
‎وعن النعمان بن بشير، رضي الله عنهما، قال‏:‏ ذكر عمر ابن الخطاب، رضي الله عنه، ما أصاب الناس من الدنيا، فقال‏:‏ لقد رأيت رسول الله، صلى الله عليه وسلم، يظل اليوم يتلوى ما يجد من الدقل ما يملأ به بطنه‏.‏ ‏(‏‏(‏رواه مسلم‏)‏‏)‏‏.‏
‎‏الدقل‏ ‏ بفتح الدال المهملة والقاف‏:‏ ردئ التمر‏.
Dari an-Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Umar bin Alkhaththab radhiyallahu anhu menyebut-nyebutkan apa yang telah didapatkan oleh orang banyak dari hal dunia, lalu katanya: “Sungguh saya melihat Rasulullah shalallahu alaihi wasalam mengkerut pada hari ini, beliau tidak mendapatkan kurma yang bermutu rendahpun untuk mengisi perutnya.” (Riwayat Muslim) Addaqal dengan fathahnya dal muhmalah dan qaf, artinya ialah kurma yang bermutu rendah.

Kandungan Hadits

  1. Anak didik harus merasa sedih atas keadaan buruk yang menyimpan guru/ustadznya dan merasa bahagia atas kegembiraan yang dirasakannya.
  2. Kezuhudan Nabi Muhammad Saw. dan kesabarannya menahan lapar, sebagai upaya untuk mengutamakan akhirat atas dunia.

Hadith 1:55:474
وعن عائشة، رضي الله عنها، قالت‏:‏ توفي رسول الله صلى الله عليه وسلم وما في بيتي من شئ يأكله ذو كبد إلا شطر شعير في رف لي، فاكلت منه حتى طال علي، فكلته ففنى، ‏(‏‏(‏متفق عليه‏)‏‏)‏‏
‏شطر شعير” شئ من شعير، كذا فسره الترمذي‏.‏
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Rasulullah shalallahu alaihi wasalam wafat, sedang di rumahku tidak ada sesuatu apapun yang dapat dimakan oleh seorang yang berhati -maksudnya oleh manusia yang hidup, melainkan sedikit gandum yang ada di rakku. Kemudian saya makan daripadanya sampai lama halku sedemikian itu, kemudian saya takarlah itu lalu habislah.” (Muttafaq ‘alaih) Ucapannya: Syathru sya’irin itu artinya sedikit sekali dari gandum itu, demikianlah yang ditafsirkan oleh Imam Tirmidzi.

Kandungan Hadits

  1. Dianjurkan untuk bersikap hemat (sederhana) dalam memberikan nafkah dan sekedar untuk menghilangkan rasa lapar, karena yang demikian itu sudah setengah dari kehidupan.
  2. Diantara mukjizat Nabi adalah memperbanyak jumlah makanan yang sedikit.
  3. Bersyukur dan menindak lanjuti atas dikaruniai sedikit rizki, dan perlakuan lemah lembut.
  4. Menakar pada saat jual beli merupakan suatu hal yang diperintahkan untuk memenuhi hak pembeli. Adapun menakar pada saat pemberian nafkah dapat menumbuhkan sifat kikir.

Hadith 1:55:475
‎وعن عمرو بن الحارث أخي الجويرية بنت الحارث أم المؤمنين، رضي الله عنهما، قال‏:‏ ما ترك رسول الله، صلى الله عليه وسلم، عند موته ديناراً ولا درهماً، ولا عبداً، ولا امة، ولا شيئا إلا بغلته البيضاء التى كان يركبها، وسلاحه، وأرضا جعلها لابن السبيل صدقة‏”‏ ‏(‏‏(‏رواه البخاري‏)‏‏)
Dari ‘Amr bin al-Harits, yaitu saudaranya Juwairiyah binti al-Harits Ummul mu’minin radhiallahu’anhuma -jadi istrinya Nabi shalallahu alaihi wasalam, katanya: “Rasulullah shalallahu alaihi wasalam tidak meninggalkan dirham, tidak pula dinar, hamba sahaya lelaki ataupun perempuan, atau apapun juga ketika wafatnya, melainkan hanyalah keledai putihnya yang dahulu dinaikinya, juga senjatanya, serta sebidang tanah yang dijadikan sebagai sedekah kepada ibnussabil -orang yang dalam perjalanan.” (Riwayat Bukhari)

Kandungan Hadits

  1. Semua budak Nabi sudah tidak ada lagi, baik karena meninggalkan dunia maupun dimerdekakan oleh beliau.
  2. Para Nabi tidak mewariskan dirham dan harta. Apa yang mereka tinggalkan adalah sedekah.

Hadith 1:55:476
وعن خباب بن الأرت، رضي الله عنه، قال‏:‏ هاجرنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم نلتمس وجه الله تعالى؛ فوقع أجرنا على الله، فمنا من مات ولم يأكل من أجره شيئا، منهم مصعب بن عمير، رضي الله عنه، قتل يوم أحد، وترك نمرة، فكنا إذا غطينا بها رأسه، بدت رجلاه، وإذا غطينا به رجليه، بدا رأسه، فأمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم أن نغطى رأسه، ونجعل على رجليه شيئاً من الإذخر، ومنا من أينعت له ثمرته، فهو يهديها‏.‏ ‏(‏‏(‏متفق عليه‏)‏‏)‏‏.‏
النمرة‏ ‏ ‏:‏ كساء ملون من صوف‏.‏ وقوله‏:‏ ‏ ‏أينعت‏ ‏ أي‏:‏ نضجت وأدركت‏.‏ وقوله ‏ ‏يهديها‏ ‏ وهو بفتح الياء وضم الدال وكسرها، لغتان؛ أي‏:‏ يقطفها ويجتنيها، وهذه استعارة لما فتح الله تعالى عليهم من الدنيا وتمكنوا فيها
Dari Khabab bin al-Aratti radhiyallahu anhu, katanya: “Kita semua berhijrah bersama Rasulullah shalallahu alaihi wasalam untuk mencari keridhaan Allah Ta’ala, maka jatuhlah pahala kita itu atas Allah Ta’ala. Lalu diantara kita ada yang mati dan tidak pernah memperoleh sesuatupun dari pahalanya itu -tetaplah, yakni tidak pernah sampai memperoleh harta rampasan-. Di antara mereka itu ialah Mus’ab bin Umair radhiyallahu anhu yang dibunuh pada hari perang Uhud dan meninggalkan selembar baju lurik -seperti singa. Apabila bajunya itu kita tutupkan pada kepalanya, maka tampaklah kedua kakinya, dan apabila kita tutupkan pada kedua kakinya, maka tampak kepalanya. Kemudian Rasulullah shalallahu alaihi wasalam menyuruh kita, supaya kita tutupkan saja pada kepalanya, sedang di kedua kakinya kita letakkan saja sedikit tumbuh-tumbuhan idzkhir -semacam tumbuh-tumbuhan harum baunya. Di antara kita lagi ada yang sudah masak buahnya, maka dapatlah ia memetik hasilnya itu -maksudnya dapat menjadi baik nasibnya karena kaum Muslimin mendapatkan kejayaan di mana-mana (Muttafaq ‘alaih)
Annamirah ialah pakaian yang berwarna, terbuat dari bulu, Aina’at artinya sudah matang dan masak. Yahdibuha dengan fathahnya ya’ dan dhammahnya dal atau boleh juga dal itu dikasrahkan -jadi ada dua lughat untuk ini, artinya memetik dan menuainya. Ini adalah kata pinjaman bahwa Allah mengaruniakan kaum Muslimin itu dapat memperoleh kelapangan dari hal keduniaan dan menetaplah kenikmatan mereka itu di dunia.

Kandungan Hadits

  1. Bersabar dalam melawan kemiskinan dan kerasnya kehidupan merupakan bagian dari kedudukan orang-orang yang baik.
  2. Kain kafan harus panjang dan luas serta dapat menutupi seluruh tubuh.
    “Abu Wa`il berkata: Kami menjenguk Khabbab (ketika ia sakit), lalu ia bercerita: “Kami dahulu hijrah bersama Nabi saw meniatkan keridlaan Allah. Maka pahala kami terserah kepada Allah. Di antara kami ada yang meninggal dunia tanpa pernah mengambil pahalanya, di antaranya Mush’ab ibn ‘Umair. Ia terbunuh pada perang Uhud dan hanya meninggalkan satu helai pakaian dari kulit binatang yang dijahit. Jika kami menutup kepalanya, kedua kakinya tidak tertutup. Jika kami menutup kedua kakinya, kepalanya tidak tertutup. Maka Nabi saw memerintahkan kami untuk menutup kepalanya dan menutup kedua kakinya dengan dedaunan. Ada juga di antara kami yang matang buahnya lalu ia memetiknya.” (Shahih al-Bukhari kitab ar-riqaq bab fadllil-faqri no. 6448).
  3. Seorang mati syahid tidak perlu dilepaskan, tetapi langsung dikuburkan dengan baju yang dikenakannya, karena bajunya adalah kafannya.
  4. Kain kafan dibeli dari harta si mayit.
  5. Hijrah orang-orang pertama (dahulu) dilakukan karena Allah, untuk mendapatkan pahala kelak.
  6. Allah memberikan dunia kepada semua orang dan memberikan agama kepada orang yang dicintai-Nya.
  7. Setiap makhluk pasti akan mendapatkan rizki dan bagiannya dari dunia ini meskipun dia tidak mencarinya.
  8. Mengingat dan membaca perjalanan hidup orang-orang shalih akan menjadikan seseorang hamba menganggap dunia ini tidak terlalu berarti baginya sehingga dia akan melepaskan diri dari belenggunya, meringankan bebannya dan bertolak meninggalkan untuk menggapai (akhirat) yang lebih abadi.

PENGAJIAN BAKDA MAGHRIB
🗓 Hari, tgl : Sabtu, 01 Dzulhijjah
1445 H./ 08 Juni 2024 M
🕌 Tempat : Masjid Al Hasanah, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta
🎤 Penceramah : Faharuddin
✍️ Pencatat : Sugani
🌍 Catatan Terdahulu Bisa Baca di Rubrik OASE kupass.com