Peristiwa

Tebang Pohon, Lelaki Berusia 50 Tahun Tersengat Listrik

Semanu, (kupass.com) — Seorang warga Padukuhan Wediutah, Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu Widi Suwito (50) tersengat listrik ketika menebang pohon yang tak jauh dari rumahnya, Selasa (15/03/2022). Beruntung nyawa korban masih dapat diselamatkan usai dilarikan ke RSUD Wonosari.

Kasi Humas Polres Gunungkidul, AKP Suryanto menuturkan, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 12.30 WIB. Saat itu korban bermaksud menebang pohon Munggur di lokasi yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Korban ditemani dua orang tetangganya yang akan membantu merobohkan pohon tersebut.

Lokasi Korban Tersengat Listrik Di Semanu
Lokasi Korban Tersengat Listrik Di Semanu

Selepas dhuhur, korban memanjat pohon untuk memotongi cabang dan ranting pohon agar memudahkan ketika dirobohkan. Namun naas, salah satu cabang yang sudah terpotong menyentuh kabel listrik sehingga korban tersengat listrik.

“Melihat hal tersebut dua rekan korban berusaha menolongnya,”paparnya, Rabu (16/03/2022).

Kedua rekan korban berusaha menurunkan korban dengan cara menarik-narik tambang yang terikat pada pohon munggur tersebut. Sekira 15 menit kemudian korban akhirnya terjatuh dan dibawa ke RSUD Wonosari.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami lecet dan memar di pelipis kiri atas mata, korban dalam keadaan sadar. Atas kejadian tersebut saksi 3 menghubungi Kantor Polsek Semanu untuk ditindak lanjuti.
Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke SPKT Polres Gunungkidul pukul 16.15 WIB.

“Korban bekerja bersama beberapa temannya,”ujar Suryanto.

Catatan Redaksi: Pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan tulisan dapat mengirimkan sanggahan atau koreksi (sesuai Pasal 1 ayat 11 & 12 UU Pers No. 40/1999) melalui email: [email protected]

Ditulis oleh

Samad Admojo adalah Pimpinan Redaksi KUPASS.com, media online Gunungkidul yang berdiri sejak 17 Agustus 2020. Ia bertanggung jawab atas arah pemberitaan dan memastikan setiap berita tersaji cepat, akurat, dan sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Tulisan lain dari Samad Admojo →