Dinas Temukan Hewan Qurban Suspek Penyakit Mulut dan Kuku

Penyembelihan Di Komplek Masjid Al Ikhlas
Penyembelihan Di Komplek Masjid Al Ikhlas

Wonosari, (kupass.com)–Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul menemukan hewan qurban yang suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat melakukan monitoring penyembelihan pada hari raya Idul Adha, Minggu (10/07/2022). Selain itu terdapat sejumlah hewan qurban Sapi yang terkena penyakit cacing pita pada bagian hati.

Temuan tersebut diungkapkan oleh
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul Retno Widyastuti. Jajarannya menemukan sebanyak 11 hewan qurban Sapi dan Kambing yang terkena cacing pita. Temuan ini disebut Retno merupakan fasciolasis atau infestasi cacing di hati hewan dengan rincian yakni 9 ekor Sapi fasciolasis ringan, 1 Kambing fasciolasis sedang, dan 1 Sapi fasciolasis berat.

“Termasuk 2 sapi dan 1 kambing yang dinyatakan sebagai suspek PMK ringan. Data ini masih berubah terus,”katanya.

Data yang dihimpun Dinas sementara terdapat sebanyak 4.878 hewan Qurban di Gunungkidul untuk Idul Adha tahun ini. Jumlah ini dengan rincian Kambing sebanyak 3.342 ekor, 1.508 ekor sapi, dan hanya 28 ekor domba.

Lokasi pemotongan hewan kurban terbanyak berada di Kapanewon Semanu dengan 137 titik. Jumlah hewan kurbannnya pun sejauh ini juga paling tinggi, yaitu mencapai 1.115 ekor.

“Total ada 612 titik pemotongan tersebar di 18 kapanewon, termasuk 47 titik dari PHBI (Peringatan Hari Besar Islam),”tuturnya.

Salah satu titik penyembelihan hewan Qurban di Masjid Al Ikhlas Wonosari mendapatkan Sapi dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono ke X. Pengurus Masjid Al Ikhlas Wonosari Ustad Wahyudiono mengatakan bahwa Sapi yang disembelih tersebut berbobot kurang lebih 1 Kwintal lebih 55,5 kg. Daging hewan Qurban ini dibagikan kepada warga masyarakat di sejumlah Kapanewon.

“Dibagi ke masyarakat sekitar dan juga warga di Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar, Kalurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus serta Kalurahan Kemadang, Kapanewon, Tanjungsari,”terangnya.

Menurut Wahyudiono kegiatan penyembelihan sendiri berjalan dengan lancar dan tidak menemui kendala. Sapi yang disembelih pun terpantau sehat sehingga dagingnya sangat aman untuk dikonsumsi.

“Alhamdulilah warga masyarakat sangat terbantu dengan pembagian hewan Qurban ini,”tutur Widodo warga masyarakat yang menerima daging Qurban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.