Polemik Pengosongan Lahan Rencana Pembangunan Obelix, Warga Sanglen Berdaulat Demo

Tanjungsari, (kupass.com)–Sebanyak puluhan warga masyarakat yang mengatasnamakan Sanglen Berdaulat melakukan aksi demo penolakan atas pengosongan lahan terkait pembangunan yang dilakukan investor, Sabtu (21/12/2024). Aksi ini dijaga ketat oleh pihak aparat keamanan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Gunungkidul.

Warga yang mengaku sebagai Sanglen Berdaulat ini membawa sejumlah spanduk penolakan pengosongan lahan. Pengosongan lahan yang berdampak pada pelarangan aktifitas warga ini disebut-sebut sebagai upaya demi kelancaran pembangunan HeHa Obelix di wilayah kawasan wisata ini.

Lurah Kemadang Kapanewon Tanjungsari Sutono pun berkomentar dan menyatakan bahwa warga yang mengatasnamakan Sanglen Berdaulat ini bukanlah warga asli wilayah Kemadang. Dia menyatakan bahwa sekelompok warga masyarakat tersebut merupakan warga berasal dari luar Kemadang.

“Kelompok Sanglen Berdaulat melanggar apa yang sudah disepakati oleh kraton dan warga asli Sanglen. Dari sebanyak total 35 anggota kelompok, hanya 2 saja yang merupakan dari Sanglen,”kata Sutono.

Sutono menegaskan bahwa, warga yang menamai Sanglen Berdaulat ini merupakan pendatang. Mereka disebut tidak tau menahu terkait hal ini

“Perizinannya telah mendapatkan izin dari pihak Kraton,”kata dia.

Sutono menegaskan bahwa warga masyarakat di luar Kemadang agar tidak membuat masalah dan memperkeruh suasana.