Wonosari (kupass.com) – Bertempat di aula Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul, sebanyak 50 guru di bawah naungan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PDM Gunungkidul menerima tasyaruf Program Peduli Guru untuk periode 2025 – 2026. Program ini diinisiasi oleh LazisMu Gunungkidul sebagai bentuk apresiasi kepada para guru yang telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan.

Program Apresiasi untuk Guru
Bapak Iskandar SE, selaku Ketua LazisMu Gunungkidul, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini akan berlangsung selama satu tahun ke depan. Meski jumlah penerima manfaat masih terbatas, Iskandar berharap program ini dapat memberi dampak positif bagi para guru yang menjadi pahlawan pendidikan, khususnya yang berada di lingkungan amal usaha Muhammadiyah.

“Belum banyak yang bisa kami berikan, namun anggap saja ini sebagai bentuk apresiasi kami kepada para pejuang pendidikan di lingkungan Muhammadiyah,” ungkap Iskandar. Ia juga menyampaikan harapan agar LazisMu Gunungkidul bisa memberikan lebih banyak manfaat di masa mendatang, dengan semakin banyak muzaki yang mempercayakan infak, sedekah, maupun zakatnya kepada LazisMu Gunungkidul.
“Semoga program ini bermanfaat dan berkah untuk kita semua. Terima kasih juga kepada para muzaki yang sudah mensupport program Peduli Guru ini. Kami haturkan jazakumulloh khoiron jaza,” lanjut Iskandar.
Guru: Pekerjaan Mulia dengan Pahala Besar
Ketua PDM Gunungkidul yang diwakili oleh Nuryanto Ruaidi menyampaikan pesan bahwa profesi guru adalah pekerjaan mulia. Meskipun gaji yang diterima tidak besar, namun pahalanya sangat besar di mata Allah SWT. “Mengajarkan ilmu dan amal sebagai bekal generasi yang akan datang, dengan keyakinan bahwa rezeki tidak selalu berbentuk uang. Bisa datang dari arah yang tidak disangka-sangka,” jelas Nuryanto.
Perjuangan Menjadi Guru Muhammadiyah
Ketua Majelis Dikdasmen PDM Gunungkidul, Drs. H Tamsir, M.Pd., menambahkan bahwa menjadi guru di Muhammadiyah bukanlah hal yang mudah. Namun, ia menyebutkan bahwa profesi guru bisa menjadi batu loncatan bagi masa depan yang lebih baik. “Menjadi guru Muhammadiyah adalah perjuangan yang mulia, dan bisa membuka banyak peluang untuk pengembangan diri,” ujarnya.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa meskipun tantangan yang dihadapi oleh guru-guru di lapangan sangat besar, perhatian dan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk LazisMu Gunungkidul, terus mengalir untuk mendukung mereka. Semoga program ini dapat terus berlanjut dan berkembang, memberikan manfaat yang lebih besar bagi dunia pendidikan di Gunungkidul, khususnya bagi guru-guru yang mengabdi di lingkungan Muhammadiyah.
