Tanjungsari (kupass.com), 08 Agustus 2025 – Meskipun dinginnya malam menggigit, ribuan jama’ah tetap hadir dengan antusias untuk mengikuti pengajian yang diadakan di Balai Padukuhan Cabean, yang terletak satu komplek dengan Masjid Al Mujahidin. Pengajian kali ini diisi oleh Ustadz H. Sutarjo, S.Ag., MA, yang menyampaikan tausiyah penuh hikmah pada Jumat malam, 08 Agustus 2025.
Lantunan Religi Mengawali Pengajian
Acara dimulai dengan lantunan lagu-lagu religi yang dibawakan oleh Jama’ah Seni Islami (JSI) Kamilasyada, yang dipimpin oleh Ustadz Jayadi, S.Pd.I., MSI. Lagu-lagu tersebut mengandung kalimat hikmah yang menyentuh hati, menyemarakkan suasana dan membangkitkan semangat jama’ah yang hadir. Lagu-lagu religi ini menjadi pengantar yang hangat sebelum pengajian dimulai.
Pentingnya Syukur dalam Kehidupan

Dalam tausiyahnya, Ustadz Sutarjo menyampaikan pesan pentingnya syukur dalam kehidupan. Ia mengajak seluruh jama’ah untuk mewujudkan rasa syukur dalam tiga aspek: hati, kata, dan perbuatan. Syukur bukan hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam meningkatkan keimanan, ibadah, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
“Syukur itu tidak hanya dalam ucapan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan kita sehari-hari,” ujarnya dengan penuh semangat. Ustadz Sutarjo mengajak jama’ah untuk mengaplikasikan rasa syukur dengan mempererat kebersamaan dan bekerja sama dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
Dengan gaya khasnya yang santai namun penuh makna, Ustadz Sutarjo tidak hanya mengkaji Al-Qur’an dengan lugas dan jelas, tetapi juga mengiringinya dengan lantunan lagu-lagu yang sejalan dengan tema yang disampaikan. Hal ini membuat ribuan jama’ah semakin antusias mengikuti pengajian hingga selesai.
Apresiasi dan Harapan untuk Kegiatan Positif
Acara ini juga dihadiri oleh Lurah Ngestirejo, Wahyu Suhendri, bersama dengan para pamong kalurahan Ngestirejo dan Babinkantibmas. Dalam sambutannya, Lurah Ngestirejo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pengajian ini dan berharap kegiatan positif seperti ini bisa dijadikan agenda rutin di Padukuhan Cabean dan padukuhan-pandukuhan lainnya di wilayah Ngestirejo.
“Semoga kegiatan pengajian ini bisa terus dilakukan setiap tahun dan menjadi agenda rutin untuk meningkatkan ukhuwah dan semangat gotong royong masyarakat,” ungkap Wahyu Suhendri.
Kesimpulan
Pengajian bersih dusun yang pertama kali diadakan di Padukuhan Cabean ini berhasil menciptakan suasana yang penuh kekhusyukan dan semangat. Momen ini tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan dan gotong royong antarwarga. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut dan berkembang, memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat, dan memperkuat semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
