WONOSARI (kupass.com) – Kemeriahan perhelatan Apel Besar Hari Pramuka ke-65 tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Alun-Alun Wonosari menjadi momen membanggakan bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Dalam upacara akbar yang dihadiri oleh sekitar 5.000 peserta dari seluruh penjuru DIY tersebut, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., resmi dianugerahi tanda penghargaan bergengsi.

Tanda penghargaan yang disematkan kepada Bupati Gunungkidul adalah Lencana Dharma Bakti Pramuka. Lencana ini merupakan salah satu bentuk kehormatan tertinggi dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang diberikan atas kontribusi besar, dedikasi pemikiran, pengorbanan tenaga, dukungan dana, serta penyediaan fasilitas terhadap pembinaan dan pengembangan gerakan kepanduan di daerah.
Selain Bupati, penghargaan Dharma Bakti ini juga disematkan kepada figur penting di bidang pendidikan Gunungkidul, yakni Nunuk Setyowati yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul.

Daftar Penerima Lencana Melati dan Pramuka Teladan
Penganugerahan tanda kehormatan pada apel besar ini tidak hanya terbatas pada Lencana Dharma Bakti. Kwartir Daerah DIY juga menyematkan penghargaan tertinggi Lencana Melati kepada sejumlah tokoh kepramukaan, antara lain Abdul Halim Muslih (Kwarcab Bantul), Sri Winarti (Kwarcab Gunungkidul), serta Mulyadi (Kwarcab Kota Yogyakarta).
Prestasi membanggakan juga ditorehkan oleh generasi muda kepanduan Bumi Handayani. Empat anggota muda dari Kwarcab Gunungkidul sukses menerima Lencana Pramuka Teladan, yakni Ananda Adelia, Nanda Arsya Rade, Fadilah Indah Mutiara, dan Haura Azka Hafidzah.

Atraksi Marching Band Peraih Emas PON dan Tari Kolosal Penthul Tembem
Kemeriahan Apel Besar DIY semakin memukau penonton berkat sajian atraksi spektakuler usai prosesi upacara. Marching Band SMK Negeri 2 Wonosari—yang menorehkan medali emas pada ajang PON tahun 2025 lalu—tampil membahana dengan formasi dinamis dan musikalitas yang memukau.
Puncak pertunjukan ditutup dengan pagelaran seni budaya khas kebanggaan warga Bumi Handayani, yakni Tari Kolosal Penthul Tembem. Tarian massal ini melibatkan sedikitnya 500 penari yang terdiri dari para pembina pra-siaga lintas organisasi pendidik anak, seperti Perwosi, IGTKI, dan Himpaudi Kabupaten Gunungkidul.
