Hati Seperti Awan Menutupi Bulan; Sebuah kajian dari Kitab 40 Hadits Tentang Hati karya Muhammad Shalih Al Munajid
Hadits ke 38:
Dari Ali a berkata: aku mendengar dari Rasulullah bersabda: Tiada satu hati pun kecuali memiliki awan seperti awan yang menutupi bulan. Ketika bulan bercahaya, lalu ia ditutup oleh awan, ia pun menjadi gelap. Ketika awannya menyingkir, ia pun kembali bersinar. Dan ketika seseorang itu berbicara dalam keadaan awan tersebut menutupi hatinya, maka ia pun lupa kepada Allah. Ketika awan tersebut hilang darinya, ia pun ingat kepada Allah.”
(HR. ath-Thabarani dalam al-Awsath no. 5220, dan Abu Nu’aim dalam al- Hilyah no. 2/196, dihasankan oleh Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 2286)
Penjelasan:
- Rombongan pertama yang masuk surga berwajah seperti bulan purnama
Hadits Nabi Muhammad Saw.
dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Rombongan pertama yang masuk surga berwajah seperti bulan purnama. Mereka tidak meludah, tidak beringus, dan tidak buang air besar. Bejana dan sisir mereka terbuat dari emas dan perak. Sanggul mereka dari dupa. Keringat mereka minyak kasturi. Mereka masing-masing punya dua istri yang saking indahnya, sumsum betisnya pun dapat terlihat dari luar daging. Mereka tidak saling berselisih dan saling marah. Hati mereka satu. Mereka memuji Allah sepanjang siang dan malam.” (HR Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ibnu Abi Dunya) - Terbelahnya bulan merupakan salah satu tanda dekatnya hari kiamat.
Firman Allah
اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُوَاِنْ يَّرَوْا اٰيَةً يُّعْرِضُوْا وَيَقُوْلُوْا سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ
Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrik) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, “(Ini adalah) sihir yang terus-menerus.” (QS. Al Qamar: 1-2)Dalam riwayat lain juga dari Anas, ia berkata,
فَأَرَاهُمُ الْقَمَرَ شِقَّتَيْنِ حَتَّى رَأَوْا حِرَاءً بَيْنَهُمَا
“Beliau perlihatkan kepada mereka bulan terbelah. Sampai mereka lihat Hira (nama tempat) di antara keduanya.” (HR. al-Bukhari dalam Kitab Fadhail ash-Shahabah 3655). - Hati manusia sesungguhnya bersih atau bersinar, namun kerap tertutupi oleh awan kemaksiatan hingga sinarnya menjadi tidak tampak. Oleh sebab itu, kita harus berusaha menghilangkan awan yang menutupi cahaya hati kita.
Sebagaimana terdapat dalam hadits ke 9 dalam kitab ini.
Dari Abdullah bin Amr bin al-‘Ash radhiyallahu’anhuma, dia berkata; Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya iman akan usang di rongga salah seorang dari kalian sebagaimana halnya pakaian, maka mintalah kepada Allah agar memperbaharui iman di dalam hati kalian.” (HR. ath-Thabarani no. 14668 dan al-Hakim no.5, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 1585)
- Cara merawat hati sehat:
✅ Memiliki aqidah yang benar
✅ Mudah menerima nasehat
✅ Hadiri pengajian walaupun terlambat
✅ Lakukan shalat fardhu berjamaah di masjid
✅ Rajin membaca Al Qur’an
✅ Berkumpullah dengan orang Sholeh - Agar hati tidak keras maka tinggalkanlah maksiat, karena maksiat memiliki bekas yang tidak baik, seperti:
✅ susah mendapatkan ilmu agama walaupun rajin ikut pengajian,
✅ akan merasakan kegelisahan dan kegalauan hati sehingga kenikmatan dunia tidak akan terasa
✅ akan menimbulkan keresahan hati, rasa was-was, ragu-ragu
✅ hati menjadi gelap yang berakibat jatuh kepada kesesatan, kebid’ahan, kesyirikan.
Mencela, menghina orang lain tidak akan merusak fisik kita, tetapi akan membekas tidak baik bagi orang lain. Yang lama-kelamaan kita akan dijauhi dan disingkirkan orang lain. Maka jagalah hati kita.
PENGAJIAN BAKDA MAGHRIB
🗓 Hari, tgl : Rabu, 28 Dzulqaidah 1445 H./ 05 Juni 2024 M
🕌 Tempat : Masjid Syuhada, Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta
🎤 Penceramah : Yulian Purnama
✍️ Pencatat : Sugani
🌍 Catatan Terdahulu Bisa Baca di Rubrik OASE kupass.com
